Empat ABK Terombang-ambing 28 Jam

Bengkalis | Kamis, 12 Desember 2019 - 08:09 WIB

Empat ABK Terombang-ambing 28 Jam
EVAKUASI: Basarnas Pekanbaru saat evakuasi empat ABK KM Bahari Indah 5 dari MV Sinar Masela, Rabu (11/12/2019). (hasanal bulkiah/riau pos)

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5 yang membawa ikan tenggelam di perairan selat morong Kabupaten Bengkalis. Bahkan keempat ABK harus berjuang hidup dan terombang ambing di tengah laut selama 28 jam beruntung mereka berhasil selamat, Selasa (10/12) sore.

KM Bahari Indah 5 tersebut melakukan pelayaran dari perairan Dumai pada 8 Desember 2019, bersama KM Suria Kencana menuju Malaysia, dan hilang kontak pada 9 Desember 2019 sekitar pukul 15.00 WIB. Kedua kapal itu membawa ikan segar yang akan dikirim ke negara tetangga.

Setelah dikabarkan hilang diperairan Selat Morong, Senin (9/12), akhirnya empat anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5, ditemukan dalam keadaan selamat oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru.

Kapten Kapal Negara (KN) 218 Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru, Leni Tadika mengatakan, pihaknya sudah berhasil mengevakuasi empat orang awak kapal tersebut. "Tadi kita menjemput empat orang awak kapal yang diselamatkan oleh MV Sinar Masela dan dibawa ke Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis," tuturnya.

Ia menjelaskan, adapun keempat awak kapal tersebut bernama Sahrin (34) dan Akiu (51) warga Purnama Kecamatan Dumai Barat, sedangkan Candra (51) serta Erdianto warga Nerbit Besar Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

"Menurut penuturan ABK bah­wa KM Bahari Indah 5 tersebut tenggelam akibat hempasan gelombang air laut di perairan Bengkalis," ungkapnya.


Kepala Kantor Kesehatan Pela­buhan (KKP) Dumai Erizon mengatakan, hampir seluruh awak kapal mengalami tenggorokan kering dan susah untuk berbicara.

"Keempat awak kapal ini mengalami masalah pada tenggorokan yang diakibatkan banyaknya terminum air laut selama terombang ambing di perairan," imbuhnya.

Ia mengatakan, seluruh korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut. “Masih trauma, kami berikan pertolongan," tuturnya.

Sahrin Ramadhan (34)  ABK Bahari 5  sempat menceritakan bagaimana mana perjuangan mereka saat berombang-ambing di tengah laut.

Di tengah  hamparan laut lepas, mereka bahkan sempat merasa putus asa, namun  akhirnya mendapatkan bantuan.

"Saat kami berlayar menuju Malaysia, saya lupa berada di kawasan mana, tiba tiba gelombang tinggi mencapai dua meter menghantam kapal, sehingga air masuk ke dalam kapal, mengakibatkan mesin kapal mati," sebutnya.

Matanya tampak memerah, rasa haru bisa selamat,  begitu tampak di wajahnya. Ia mengatakan saat itu  mesin kapal suda tidak berfungsi dirinya bersama tiga rekannya langsung mengambil life jacket untuk menyelamatkan diri, dikarenakan kapal mulai digenangi air.

"Saat kapal tenggelam, kita semua berpegangan agar tidak terpisah, lebih kurang 28 jam di atas laut akhirnya kita bisa diselamatkan oleh kapal MV Sinar Masela yang melintas," sebutnya.

Ia mengatakan, selama terombang ambing, tidak ada pikiran lain selain ingin selamat, sambil terus berpegangan tangan, sempat juga ada kapal yang lewat namun tidak melihat mereka.

"Alhamdulillah setelah 28 jam terombang ambing di lautan akhirnya kami diselamatkan oleh MV Sinar Masela," sebutnya.

Selama terombang ambing di perairan, dirinya bersama tiga orang awak kapal pengangkut ikan tersebut menahan rasa haus dan lapar di tengah dinginnya air laut.

"Kami  hanya bertahan menggunakan life jacket sambil berpegangan, jangankan makanan, seluruh dokumen dan alat berkomunikasi tidak ada yang bisa diselamatkan," katanya.

Kapal Bahari 5 itu ternyata membawa ikan seberat 11 ton dengan nilai berkisar Rp1,5 miliar. "Kapal tersebut  membawa bermacam-macam jenis ikan kualitas ekspor yang berasal dari nelayan yang ada di Riau, untuk dipasarkan di Malaysia," jelas Kepala Koperasi Kerapu Dinas Perikanan Kota Dumai, M Nasir.

Ia mengatakan, KM Bahari Indah 5 ini berangkat dari pelabuhan TPI Dumai bersama dengan KM Suria Kencana dengan membawa muatan yang sama.

"Untuk KM Suria Kencana, alhamdulillah selamat dalam pelayarannya, dan sekarang sudah berada di Dumai, kembali," jelasnya.

Pascakejadian tenggelamnya KM Bahari Indah 5 yang tenggelam di sekitar perairan Selat Morong, Kabupaten Bengkalis, Senin (9/12) kemarin, Kantor Kesyahbandaran dan Otoriras Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai kembali menegaskan para pelaku pelayar untuk lebih memperhatikan keselamatan dalam berlayar.

Hal itu sesuai dengan surat edaran KSOP Dumai yang diterbitkan pada 5 Desember 2019 lalu, agar pelaku pelayaran baik itu perusahaan pelayaran dan keagenan kapal, nakhoda kapal dan operator serta pengguna jasa pelayaran untuk memperhatikan keselamatan pelayaran sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca buruk.

"Kita telah menyampaikan edaran kepada pelaku usaha untuk lebih memperhatikan keselamatan pelayaran mengingat kondisi cuaca berubah-ubah," ujar Pelaksana Harian Kepala KSOP Dumai, Rusdi Effendi melalui Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Yuzirwan Nasution‎, Rabu (11/12).

Ia mengatakan, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan, pihaknya menegaskan pelaku pelayaran dalam mengoperasionalkan kapal harus mengutamakan keselamatan dan senantiasa memantau perubahan cuaca dari BMKG.(kom)

Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai



youtube riaupos



Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU

Pemkab.Pelalawan - HUT Adhyaksa



Sharp Pekanbaru PSBB


UIR PMB Berbasis Rapor

EPAPER RIAU POS  2020-08-08.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com