Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Bengkalis Lestari, Tonggak Penyelamatan Ekosistem dan Kesejahteraan

A
Penulis: Abu Kasim❯
Bupati Bengkalis Kasmarni menekan tombol peluncuran Program Bengkalis Lestari di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (26/11/2025).
Bupati Bengkalis Kasmarni menekan tombol peluncuran Program Bengkalis Lestari di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (26/11/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS .CO) -- Program Bengkalis Lestari menjadi tonggak penting bagi pembangunan daerah yang lebih ramah lingkungan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


Advertisement

Menguatkan program tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni secara resmi melakukan peluncurannya, yang ditandai dengan penekanan tombol, bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pendanaan Indonesia (KMS-PE), serta pihak provinsi, Rabu (26/11/2025).

Pada kesempatan yang sama, dilakukan Deklarasi Forum KITE bersama 22 NGO dan organisasi Mapala, antara lain Jikalahari, Bunga Bangsa, Yayasan SART, dan Walhi Riau. Diikuti penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bengkalis dan Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) terkait kolaborasi pelaksanaan program.

Kelompok perempuan Desa Bandar Jaya Ujung, Kecamatan Siak Kecil, juga menyerahkan, cenderamata kepada Bupati sebagai harapan program membawa manfaat nyata dan mendorong peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan.

Advertisement

Kepala Bappeda Bengkalis Rinto menjelaskan, program ini menjadi fondasi pengelolaan kawasan terpencil, dengan informasi yang dikumpulkan sebagai rujukan akuntabel untuk tata kelola sumber daya. Ia menekankan akan ada penyesuaian kebijakan yang perlu dipahami secara selaras di semua wilayah.

"Ke depan akan ada banyak penyesuaian dan perubahan kebijakan yang harus diikuti bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah. Karena itu, kita menekankan pentingnya pemahaman yang selaras di semua wilayah, agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata di lapangan," jelas Rinto.

Bupati Kasmarni juga menyatakan, program ini hasil kerja kolektif pihak-pihak yang peduli. Ia mengakui kekayaan alam Bengkalis (hutan, gambut, pesisir, keanekaragaman hayati) yang tertekan oleh degradasi, perubahan iklim, abrasi, dan kerusakan gambut– sehingga program hadir sebagai model pembangunan baru yang menggabungkan pelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan.

Advertisement

"Kepada seluruh elemen daerah mari bersinergi dan konsisten menjalankan program demi memastikan generasi mendatang menikmati lingkungan yang sehat dan Lestari," ajak Bupati.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Dosen dan Mahasiswa FPK Unri Kembangkan Pento Ramah Lingkungan

Dosen dan Mahasiswa FPK Unri Kembangkan Pento Ramah Lingkungan

Dosen dan mahasiswa akultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau mengembangkan pento ramah lingkungan agar lindungi kepiting muda.

APBD 2026 Bengkalis Jadi Rp3,57 Triliun

APBD 2026 Bengkalis Jadi Rp3,57 Triliun

APBD Bengkalis tahun 2026 menjadi Rp3,570 triliun. Nota kesepakatan ditandatangani Bupati Hj Kasmarni dan Ketua DPRD Septian Nugraha 

Perpanjangan Masa Jabatan Kades, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan

Perpanjangan Masa Jabatan Kades, Bupati Kasmarni Ingatkan Amanah Tak Boleh Diselewengkan

Sebanyak 75 kepala desa menyatakan bersedia diperpanjang masa jabatannya, sedangkan 7 kepala desa menyatakan tidak bersedia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer