Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelangkaan BBM di Bengkalis Masih Berlanjut

A
Penulis: Abu Kasim❯
Ratusan kendaraan bermotor mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis, Kamis (2/4/2026) sore. abu kasim/riau pos
Ratusan kendaraan bermotor mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis, Kamis (2/4/2026) sore. abu kasim/riau pos

Advertisement

 

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Sudah sepekan berlangsung, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi jenis Pertalite. Karena di SPBU dan tempat penjual eceran BBM jenis Pertalite yang menggunakan Pertamini juga selalu kosong. Namun begitu ada informasi mobil BBM masuk ke pulau Bengkalis ke SPBU langsung diserbu masyarakat yang sudah antre sejak siang, Kamis (2/4).

Bahkan  sejak pukul 09.30 WIB sampai pukul 14.30 WIB, dua  SPBU di pulau Bengkalis tutup, sehingga saat BBM masuk dalam hitungan menit langsung dipenuhi masyarakat yang mengantre menggunakan sepeda motor dan mobil pribadi. 

Advertisement

Dari pantauan di lapangan, sampai pukul 16.55 WIB (sore) ratusan sepeda motor mengantre cukup panjang dan kendaraan roda empat juga ikut mengantre dan membuat jalan Bantan Bengkalis mengalami kemacetan.


Ratusan pengendara sepeda motor rela untuk menunggu di kedai atau rumah kosong yang tak jauhdari SPBU di Jalan Bantan, Bengkalis demi untuk mendapatkan BBM.

Pedagang BBM eceran yang selama ini menjadi salah satu solusi bagi pengendara sepeda motor di Bengkalis tidak lagi buka. Dua pedagang eceran yang selama ini menjual BBM jenis pertalite, sekarang justru beralih menjual BBM jenis solar.

Advertisement

“Susah sekarang mendapatkan BBM di SPBU. Banyak syaratnya dan sudah tiga hari kosong. Hari ini pun tak tau apa masalahnya kok tutup terus SPBU dan biasanya baru sore hari hingga menjelang malam buka dan kemudian tutup sampai sore besok,” ujar Andi, salah seorang penjual BBM eceran di Jalan Bantan, Desa Senggoro, Kamis (2/4).

Sementara Budi, salah seorang pembeli BBM di SPBU Jalan Bantan mengaku sudah antre selama tiga jam, namun belum juga mendapat giliran mengisi minyak pertalite. Kondisi itu membuatnya kelelahan, karena kondisi cuaca panas membuatnya harus sabar menunggu giliran.

“Sudah lama mengantre, tapi belum juga dapat. Semoga saat di dekat pengisiannya minyak masih ada. Dan jangan sampai sudah menunggu lama, malah tak dapat,” ucapnya.

Ia berharap, agar pemerintah mencarikan solusi kesulitan masyarakat saat ini. Karena kalau motornya tak ada BBM, tentu dapat menyulitkannya untuk urusan pekerjaan dan mengantar anaknya sekolah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Antre sejak Subuh demi Bio Solar

Antre sejak Subuh demi Bio Solar

Sopir truk dan angkutan di Riau (Pekanbaru, Kampar, Siak, Rohil) rela antre berjam-jam demi solar subsidi. Pemprov ajukan tambahan kuota ke

Antre 4 Jam hingga Menginap untuk Dapatkan Solar

Antre 4 Jam hingga Menginap untuk Dapatkan Solar

Antrean solar di Pelalawan dan sejumlah daerah Riau mencapai berjam-jam hingga menginap. Pertamina dan pemerintah memperkuat pengawasan

Solar Masih Terbatas, Truk Antre hingga 6 Jam

Solar Masih Terbatas, Truk Antre hingga 6 Jam

Solar bersubsidi masih terbatas di sejumlah wilayah Riau. Truk harus antre hingga 6 jam, sementara warga meminta pengawasan penyaluran BBM

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer