
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Guna mendukung program ketahanan pangan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi meninjau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis.
Selain memberikan penguatan kepada seluruh jajaran petugas, kunjungan tersebut juga difokuskan untuk meninjau pelaksanaan program pembinaan kemandirian, termasuk program ketahanan pangan yang dikelola warga binaan.
Kedatangan Kakanwil Ditjenpas disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono
beserta jajaran pejabat struktural. Prosesi penyambutan berlangsung khidmat sebelum rombongan meninjau sejumlah fasilitas pembinaan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Baca Juga: Swadaya Masyarakat, Pemdes Koto Mesjid Kampar Tambal Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengguna
Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya barbershop, Wartelsuspas, area peternakan, dapur, Kantin Inkopasindo, hingga bakery yang dikelola warga binaan di blok perempuan.
Program peternakan, juga menjadi salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Kakanwil menilai program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Bengkalis tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter dan keterampilan bagi warga binaan.
"Kami melihat program ketahanan pangan di Lapas Bengkalis telah berjalan dengan baik. Ini merupakan bentuk pembinaan yang produktif karena membekali warga binaan dengan keterampilan, disiplin, dan etos kerja yang akan menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ujar Kakanwil Ditjenpas Riau Rudy Fernando Sianturi, Senin (6/7/2026).
Selain meninjau program pembinaan, Kakanwil juga meresmikan Kantin Inkopasondo Lapas Kelas IIA Bengkalis. Kehadiran kantin tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pengelolaan unit usaha yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Rombongan kemudian meninjau dapur Lapas untuk memastikan penyelenggaraan layanan makanan bagi warga binaan telah memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, serta ketentuan yang berlaku.
"Integritas adalah fondasi utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Seluruh petugas harus bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan konsisten menjalankan standar operasional prosedur. Kepatuhan terhadap SOP menjadi kunci menjaga keamanan, ketertiban, serta kepercayaan masyarakat kepada institusi pemasyarakatan," jelasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




