
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh kabut asap selama beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan di Kabupaten Bengkalis.
Bahkan kasusnya tembus di angka 3.745 jiwa yang ditanangi melalui fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas dan RSUD sepanjang 1-20 Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Ermanto melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Irawadi, mengungkapkan peningkatan kasus tersebut terjadi dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi kabut asap yang melanda wilayah Bengkalis diduga menjadi salah satu faktor pemicu.
Baca Juga: ALAMAK!!! Pemulung Vs Gepeng
"Ya, secara angka, kasus ISPA bulan Oktober ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan terjadi karena pengaruh kabut asap yang sangat tebal," ujar Irawadi, Senin (26/10/2026).
Ia menyebutkan, untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Bengkalis berencana mengaktifkan layanan rumah oksigen di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Irawadi menjelaskan, pihaknya telah meminta seluruh Puskesmas mempersiapkan fasilitas tersebut agar masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.
"Kita sudah minta seluruh Puskesmas untuk mengaktifkan rumah oksigen di tempat masing-masing. Sekarang masih dalam persiapan yang dilakukan masing-masing Puskesmas," ujarnya.
Irawadi berharap rumah oksigen tersebut sudah dapat beroperasi mulai pekan depan. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen dapat mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan sesuai kondisi kesehatannya.
Ia menjelaskan, masyarakat yang datang tidak langsung mendapatkan oksigen, tetapi terlebih dahulu menjalani pemeriksaan atau skrining kesehatan oleh petugas medis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




