BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Sebagai masjid pelat merah dan hampir 80 persen pengurus Masjid Agung Istiqomah Bengkalis ada para pejabat dan ASN, namun kondisi masjidnya dalam setahun belakangan sangat memprihatinkan.
Di mana, pada saat musim penghujan seperti sekarang ini, terlihat ember diletakkan di mana-mana oleh petugas kebersihan Masjid Agung Istiqomah Bengkalis untuk menampung air yang menetes di bagian plafon.
"Nampaknya tak ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan perawatan masjid milik pemerintah yang menjadi simbol Negeri Junjungan Bengkalis," ujar salah seorang jamaah Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, Tambi Habib al-Qasim Muhammad, usai melaksanakan Salat Jumat, (12/1/2024).
Ia menyebutkan, kondisi bagian atap yang bocor membuat bagian luar dan dalam Masjid Agung Istiqomah Bengkalis harus ditampung dengan ember. Sehingga ember terlihat di mana-mana, yakni di dalam masjid dan di bagian teras.
Kondisi ini, kata Habib, menimbulkan bau tidak sedap pada karpet untuk salat. Di sisi lain, juga bagian plafon sudah mulai ambruk, karpet juga sudah mengeluarkan aroma tidak sedap karena air yang bocor.
"Kami melihat kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. Kalau diperhatikan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ini ditandai dengan ada ember penampung kebocoran setiap turun hujan," ucapnya.
Habib melihat sampai saat ini tidak ada perhatian dari Pemkab Bengkalis, di mana Masjid Agung Istiqomah merupakan Masjid Agung tingkat kabupaten.
"Bahkan kondisi lain, cat tembok masjid pun sudah kusam, WC yang tak bersih, taman-taman bunga tak terurus. Sehingga kondisi ini menyebabkan tidak nyaman jamaah untuk melaksanakan ibadah di masjid raya atau Masjid Agung Kabupaten Bengkalis," ujarnya.
Habib mengharapkan, agar pengurus Masjid Agung Istiqomah Bengkalis yang notabene adalah para pejabat di lingkungan Pemkab Bengkalis, hendaknya tanggap dengan kondisi ini. Karena ini akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.
Terhadap keluhan jamaah ini, Ketua Umum Masjid Agung Istiqomah Bengkalis H Ersan Saputra TH yang juga Sekda Bengkalis ketika dikonfirmasi di kantornya tidak berada di tempat.
Bahkan ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya juga tak diangkat. Demikian juga melalui pesan singkat WhatsApp-nya juga tidak dibalas.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Bengkalis Erdila yang juga pengurus masjid mengatakan, sebelum jamaah mengeluh, Bupati Bengkalis sudah memikirkan untuk Masjid iIstiqomah. Bupati Bengkalis melalui Dinas PUPR akan melakukan rehabilitasi.
"Kebetulan saye juge selaku pengurus Masjid Istiqomah di bidang infrastruktur dan Bupati sudah menganggarkan Rp10 miliar untuk perbaikan Masjid Istiqomah. Sudah banyak metode dilakukan untuk mengatasi rembesan dan kebocoran Masjid Istiqomah, tapi tak berhasil. Solusinya harus direhab total," ujarnya.(ksm)
Editor : RP Edwar Yaman