BENGKALIS (RIAUPO.CO) - Kasus Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Bahkan dari 11 kecamatan yang ada, luas kebakaran yang terjadi sudah mencapai 64 hektare dan ada sekitar 6 desa di tiga kecamatan masih status siaga.
Seperti di Jalan Cor-coran RT.04/ RW.02, Dusun Bakti Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana yang terjadi selama sepekan mencapai 15 hektare. Lokasi kebakaran di perbatasan Bengkalis-Dumai, cukup sulit dipadamkan, karena kondisi cuaca panas, angin kencang dan juga lahan gambut.
"Ya, sampai saat ini petugas masih melakukan pemadaman dilokasi lebaran yakni untuk proses pendinginan pascaterbakar. Bahkan, meski saat ini dilokasi kebakaran tidak ditemukan titik- titik asap, namun pihak kami masih melakukan koordinasi, pemantauan, pelaporan dan pemadaman oleh Satgas Gabungan," ujar Manager Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Senib (9/2/2026).
Ia menyebutkan, status lahan yang terbakar umumnya merupakan milik masyarakat dengan vegetasi perkebunan sawit dan kondisi tanah gambut yang sangat sulit dipadamkan.
"Ya, untuk luas lahan yang terbakar mencapai 64 Ha dengan kondisi tiga kecamatan masih dalam status siaga. Tapi secara umum masih dalam kondisi pendinginan," jelasnya.
Sedangkan perkembangan pemadaman karhutla di Jalan Karang Sari RT 003/ RW 001 Dusun Karang Sari, Desa Kelebuk perbatasan Desa Damai saat ini petugas masih tetap siaga untuk melakukan pendinginan api.
Sedangkan di Jalan Sriwijaya RT.03/RW.02 Dusun Mandiri, Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan merupakan titik baru karhutla.
"Memang saat ini titik asap dan api sudah padam total. Namun. Upaya yang telah dilakukan pemadaman dan siaga di lapangan. Karena sampai saat ini kondisi cuaca panas dan sudah sebulan lebih tak kunjung hujan," jelasnya.
Sedangkan rekapitulasi perkembangan titik Hotspot dan Karhutla di 11 kecamatan yakni di Kecamatan Bengkalis jumlah hotspot 3 jumlah kejadian 4, luas lahan terbakar mencapai 8 Ha.
Titik kebakaran di Desa Pedekik, Teluk Latak, Air Putih, Kelebuk. Kecamatan Bantan sebanyak 1 hotspot dan 3 kejadian, dengan luas lahan 5 Ha di Desa Bantan Tua, Pasiran dan Desa Pambang Baru. Kecamatan Bukit Batu 1 titik hotspot dan luas laha2 Ha di desa Sejangat.
Kecamatan Bandar Laksamana sebanyak 10 hotspot dengan 5 kejadian dengan luas lahan yang terbakar mencapai 27 Ha. Yang terjadi di Desa Parit 1 Api-Api, Desa Tanjung Leban dan Desa Sepahat.
Kecamatan Siak Kecil sebanyak 1 titik api, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 1 Ha, yang terjadi di Desa Lubuk Gaung. Kecamatan Rupat sebanyak 7 hotspot, dengan 1 kasus, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 6 Ha.
Lokasi kebakaran di Desa Sukarjo Mesim. Kecamatan Rupat Utara sebanyak 1 kasus, dengan luas lahan terbakar mencalai 0,5 Ha di Desa Teluk Rhu.
Kecamatan Mandau dengan 2 titik api dengan 2 kasus, yang mencapai 7 Ha yang terjadi di Desa Pematang Pudu dan Desa Air Jamban. Kecamatan Bathin Solapan sebanyak 1 titik api, dengan 2 kasus, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 3,5 Ha, yang terjadi di Deaa Balai Makam dan Desa Simpang Padang.
Sedangkan di Kecamatan Pinggir tidak ada kasus Karhutla. Untuk kecamatan Talang Muandau ada 1 titik api dengan luas lahan yang terbakar mencapai 4 Ha yang terjadi di Desa Tasik Tebing Serai. Dari jumlah keseluruhan mencalai 24 titik api dengan 21 kasus kebakaran yang mencapai 64 Ha lahan yang terbakar.
"Dalam kejadian ini masih ada titik api yang sedang di padamkan dan dalam siaga pendinginan oleh petugas pemadam yang terjadi di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat, di desa Tanjung Leman dan Sepahat kecamatan Bandar Laksamana. Pambang Baru Kecamatan Bantan dan Desa Air Putih dan Kelubuk Kecamatan Bengkalis. Sedangkan untuk luasan yang terbakar bisa saja berubah, sesuai perkembangan kondisi dilapangan," jelas Erzansyah.
Editor : M. Erizal