Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Desa Damai

Abu Kasim • Rabu, 11 Februari 2026 | 12:30 WIB
Seorang warga sedang memadamkan api menggunakan pom air gendong sederhana di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Riau, Selasa (10/2/2026) sore.
Seorang warga sedang memadamkan api menggunakan pom air gendong sederhana di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Riau, Selasa (10/2/2026) sore.

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Setelah sempat berhasil dipadamkan, namun api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang awalnya terjadi di Desa Kelebuk malah menjalar ke Desa Damai Kecamatan Bengkalis. Bahkan sampai hari keenam kejadian, petugas gabungan pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api, Selasa (10/2/2026) malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Salman Alfarisi, melalui Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Erzansyah, mengatakan bahwa karhutla di Kecamatan Bengkalis, khususnya di Desa Damai yang awalnya dimulai dengan Desa Kelebuk, masih terus dilakukan pengawasan secara intensif.

“Ya, laporan terakhir yang kami terima dari pusat data dan petugas lapangan, luas kebakaran di Desa Damai sekitar 15 hektare. Hingga hari ini (Selasa malam)!kebakaran sudah memasuki hari ke-6 dan masih dalam proses penanganan,” jelas Erzansyah.

Menurutnya, selain pemadaman api, petugas juga melakukan upaya pendinginan hingga malam hari untuk mencegah api kembali menyala. Malam hari petugas tetap melakukan pemantauan dan kegiatan mendinginkan agar bara tidak kembali menjadi api.

"Lahan gambut yang kering dengan vegetasi yang sudah sangat kering ini sangat mudah memunculkan titik api baru, apalagi ditambah angin yang kencang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, petugas gabungan tetap siaga di lokasi dengan melibatkan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Berdasarkan data BPBD Bengkalis, kebakaran hutan dan lahan lebih banyak terjadi di lahan kosong serta perkebunan, seperti kebun masyarakat karet dan perkebunan sawit.

“Dari informasi petugas di lapangan, karhutla banyak terjadi di lahan kosong dan perkebunan masyarakat.Kebun karet dan sawit cukup terdampak, terutama di Kecamatan Rupat dan Bandar Laksamana, seperti yang terjadi sebelumnya di Desa Sepahat, dan saat ini di Desa Damai,” jelasnya.

Terkait sumber awal titik api, Erzansyah menyebutkan, masih mengandalkan data dari berbagai sistem pemantauan.

"Untuk memastikan titik api awal, kami tidak bisa secara pasti. Namun kami menyatukan melalui aplikasi, data cuaca dari BMKG, serta laporan masyarakat yang masuk melalui Bengkalis Siaga 112," jelasnya.

Setelah laporan diterima, seluruh unsur satuan tugas langsung bergerak ke lokasi dengan sistem satu komando.

Baca Juga: Promo Awal Ramadan Ayola First Point Hotel, Berbuka hanya Rp135 Ribu

“BPBD, Damkar, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, semuanya bergerak bersama ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan karhutla,” jelasnya.(ksm)

 

Editor : Edwar Yaman
#Desa Damai #karhutla #bengkalis #Berjibaku padamkan api