BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Hampir dua bulan tak kunjung turun hujan di Kabupaten Bengkalis. Ini menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di sana. Semua upaya maksimal tim gabungan yang terus berjibaku memadamkan api di lapangan, akhirnya terbantu oleh turunya hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah kecamatan dan turut mempercepat proses pemadaman.
Manager Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bengkalis, Erzansyah menyampaikan, kondisi terkini api sudah dalam keadaan terkendali. Ini dikarenakan intensitas hujan yang terjadi sejak dini hari sampai siang hari membuat api padam.
“Ya, saat ini kondisi api sudah dalam keadaan padam. Kami sangat terbantu dengan turunnya hujan yang merata, khususnya di daerah-daerah yang terdampak Karhutla dan sulit dipadamkan karena di lahan gambut dan juga lokasi pengambilan air cukup jauh,” jelas Erzansyah, Selasa (17/2/2026).
Ia mengatakan, hingga saat ini sekitar 95 persen titik jarhutla lima kecamatan telah tertangani dengan baik. Meski demikian, masih terdapat sisa asap di beberapa wilayah tertentu yang tetap dalam pemantauan intensif petugas.
“Untuk lima kecamatan terdampak karhutla seperti Bengkalis, Bantan, Rupat, dan Kecamatan Siak Kecil, Bandar Laksamana penanganan sudah hampir 95 persen. Yang tersisa saat ini hanya berupa asap di beberapa titik, namun tetap kami lakukan penanganan agar tidak kembali menyala,” ungkapnya.
Erzansyah menjelaskan, hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur sejumlah wilayah sejak Selasa dini hari hingga siang di Kecamatan Rupat, Bandar Laksamana, Bengkalis, Siak kecil dan kecamatan Bantan, hujan turun cukup lama dan merata disemua tempat.
“Ya, hampir 10 jam di beberapa kecamatan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Ini sangat membantu proses pemadaman. Di lima kecamatan terdampak, hampir semuanya mendapatkan curah hujan,” jelasnya.
Meski kondisi api telah terkendali, BPBD Bengkalis bersama tim gabungan, tetap melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Ya, setelah hujan turun, kami tetap melakukan pengecekan ke lapangan. Ini penting untuk memastikan benar-benar tidak ada bara api yang bisa menyebabkan kebakaran susulan. Kami berharap hujan ini menjadi berkah dan tidak ada lagi asap yang muncul,” jelasnya.
Erzansyah juga menambahkan, bahwa pihaknya masih menunggu perkembangan kondisi hingga sore hari untuk memastikan api benar-benar padam total, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi diharapkan mampu mematikan seluruh titik api yang tersisa.
"Kami, BPBD Bengkalis mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah kembali terjadinya karhutla di wilayah yang terdampak kebakaran," imbaunya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman