
Oleh: Samsul Nizar
Dikisahkan, suatu desa berada di dataran subur sedang melakukan panen raya. Seluas mata memandang, terhampar sawah dengan kilauan padi yang menguning. Hasil padi yang melimpah membuat rakyat harus membuat lumbung padi yang besar. Agar padi yang tersimpan aman dari tikus, maka rapat warga sepakat "menyewa" seekor kucing untuk menjaga lumbung padi dari serangan gerombolan tikus.
Pada minggu pertama, si kucing begitu gesit melaksanakan tugasnya. Tak ada tikus yang berani mendekat lumbung padi. Pencitraan yang begitu prestisius. Hal ini membuat tikus bermusyawarah untuk mencari solusi menghadapi si kucing sang penjaga lumbung padi. Akhirnya, tikus sepakat mengutus "staf ahli" negara tikus untuk mendekati dan melakukan negosiasi yang bertaburan janji "surga" (hadiah) untuk sang kucing.
Keesokan malam, "staf ahli" tikus menemui si kucing penjaga lumbung padi. Dengan begitu santun, staf ahli tikus berkata "wahai tuan kucing yang gagah. Tahukah engkau, bila lumbung padi aman dan engkau bisa menangkap kami semua, maka engkau akan diberhentikan dan tak diperlukan lagi. Sebaiknya, beri kami kesempatan meng-ambil sedikit padi untuk kami makan.
Baca Juga: Akulaku Capital Indonesia Terima Persetujuan OJK sebagai PIKK Nonoperasional Akulaku Group
Dengan demikian, engkau akan tetap bekerja dan sekaligus membuka "lapangan kerja" bagi kronimu (kucing) lainnya. Engkau tak perlu capek bekerja sendirian, tapi justeru terbantu oleh adanya timmu tersebut".
Saran staf ahli tikus yang begitu santun mampu meyakinkan si kucing. Malamnya, si kucing "mengendorkan" penjagaannya.
Beberapa ekor tikus berhasil masuk dan mencuri beberapa ikat padi. Paginya, si kucing melapor pada tuannya bahwa tadi malam ada beberapa ekor tikus menyusup masuk ke lumbung padi. Luasnya lumbung dan banyaknya padi memerlukan tambahan kucing untuk menjaga lumbung padi agar aman. Saran si kucing disetujui pemilik padi. Keesokannya, dilakukan "perekrutan" kucing penjaga lumbung padi dan kucing pertama diangkat sebagai koordinatornya.
Si kucing begitu senang dan tak lagi sendiri-an. Tugasnya hanya mengkoordinir kucing-kucing penjaga sesuai tupoksinya. Sementara, si koordinator hanya tidur, makan, dan menerima laporan.
Namun, ternyata kucing-kucing penjaga lainnya juga melakukan transaksi serupa dengan para tikus. Mereka bersama-sama melapor agar petani bisa menambah lagi kucing penjaga karena tikus semakin banyak mencuri padi. Si petani kembali membuka pendaftaran bagi kucing untuk menjaga lumbung padinya.
Dari sekian kucing yang direkrut pada tahap kedua, terdapat seekor kucing cerdas yang begitu amanah. Ketika ia melaksanakan tugasnya, ia tahu permainan para kucing senior penjaga lumbung padi. Ternyata, ada traksaksi licik antara kucing dan tikus. Keadaan ini membuatnya gerah dan melaporkan kejadian sebenarnya kepada pemilik lumbung padi. Namun, kejadian yang sebenarnya justeru "dibelokan" oleh kumpulan kucing lainnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


