DUMAI (RIAUPOS.CO) - Tingginya air yang menggenangi Jalan Cempedak dan genangan berlangsung lama membuat masyarakat mengganti Jalan Cempedak dengan nama baru yakni, Sungai Cempedak.
Selain karena memang genangana air yang cukup tinggi dan berlangsung lama seperti sebuah sungai yang airnya naik, pemberian nama tersebut juga sebagai bentuk kekesalan warga atas kegagalan Pemerintah Kota Dumai dalam mengatasi permasalahan banjir.
Terlihat sejumlah anak-anak juga bermain air di Jalan Cempedak yang penuh dengan genangan air. Karena tidak adanya kendaraan yang lewat seperti biasanya.
Ari, warga Jalan Cempedak, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota mengatakan, kalau Jalan Cempedak saat banjir pasang rob memang selalau digenangi air yang cukup dalam sudah seperti sebuah sungai.
''Jalan Cempedak ini kalau sudah pasang rob pasti genangan air tinggi dan tidak bisa dilewati oleh kendaraan makanya masyarakat menamakan jalan ini sebagai Sungai Cempedak,'' kata Ari.
Nama tersebut bahkan sudah dikenal di kalangan masyarakat Dumai karena banyaknya postingan di media sosial. Postingan yang mengatakan kalau Jalan Cempedak ini merupakan sungai baru yang muncul secara musiman ketika banjir pasang rob,’’ tambahnya.
''Kami juga sangat menyayangkan tidak adanya perhatian dari Pemerintah Kota Dumai terhdapa banjir besar kali ini. Belum ada baik Wali Kota Dumai maupun instansi terkait melihat kondisi banjir di daerah kami ini,'' kesal Ari.
''Ketika musim banjir seperti ini air yang berada di Jalan Cempedak ini akan berlangsung seharian dari pagi sampai malam karena ketika air naik jalan dipenuhi air sungai namun ketika air sungai surut, genangan air dijalan ini masih berlangsung dan surutnya cukup lama dan memakan waktu meski kondisi sungai Dumai tidak jauh dari jalan Cempedak ini,'' pungkasnya.
Pantauan dilapangan terlihat sejumlah warga Jalan Cempedak meetakkan kursi dan meja disepanjang jalan yang menjadi salah satu jalan lintas yang menghubungkan jalan Sultan Hasanuddin dan jalan Budi Kemulian yang ramai dilalui pengguna jalan ini.
Anak-nak terlihat juga bermain air dengan santainya tanpa takut adanya kendaraan yang melintas karena jalan tersebut memang sudah ditutup oleh warga.
Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Kota Dumai, Reza Pahlepi mengaku saat ini pihaknya terus mengupayakan permasalah banjir di Kota Dumai dengan sejumlah program yang saat ini sudah berlangsung dan akan berlangsung.
''Kami sudah melakukan pengerokan dan pelebaran Sungai Dumai sebagai upaya untuk mengatasi permasalahn banjir ini dan saat ini masih terus berlangsung dan selain itu kita juga sedang mengupayakan pembangunan embung di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai untuk menampung air sungai Dumai agar tidak meluap,'' ujarnya singkat
Sementara itu BPBD Dumai membenarkan kalau titik terparah terjadi di Kelurahan Rimbas Kampung, tepatnya di Jalan Cempedak Kota Dumai. Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Dumai, Adyan Bangga Pranata Harahap, Rabu (12/10/).
''Pantauan kami dilapangan, banjir rob telah menggenangi jalan di Kota Dumai. Titik terparah di Kelurahan Rimbas Kampung. Namun belum ada masyarakat mengungsi karena banjir rob,'' katanya.
Selain memantau lewat darat, BPBD Kota Dumai juga memantau banjir pakai drone. ''Drone untuk memantau sejumlah kawasan yang terendam banjir rob, namun sulit di jangkau jalan darat, seperti di daerah bantaran sungai Dumai,'' tambahnya.
Data sementara hasil pantauan kami, banyak jalan yang terendam banjir yaitu, Jalan Cempedak, Jalan Jeruk, Jalan Nangka, Jalan Patimura, Jalan SS Kasim, Jalan Simpang Tetap, Jalan Pemuda, Jalan Pangkalan Sena, dan Jalan lainnya.(mx12/rpg)
Editor : Koran Riau Pos