Proyek RS di Unair Berbau Nazaruddin

Ekonomi-Bisnis | Sabtu, 06 Agustus 2011 - 09:36 WIB

Proyek RS di Unair Berbau Nazaruddin
Mindo Rosalina (tengah) terdakwa makelar kasus suap Wisma Atlet keluar ruangan usai sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (5/8/2011). (Foto: tedy kroen/jpnn)

BAGIKAN



BACA JUGA

JAKARTA (RP) - Fakta-fakta baru kembali terungkap dalam persidangan kasus suap Wisma Atlet SEA Games 2011 di Palembang.

Jumat (5/8) Dudung Purwadi, Dirut PT Duta Graha Indah (DGI) kembali dihadirkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Namun, kali ini Dudung bersaksi untuk terdakwa Mindo Rosalina Manulang.

Dari keterangannya terungkap, sebenarnya proyek yang dikerjakan PT DGI atas bantuan Nazaruddin bukan hanya Wisma Atlet. Beberapa proyek rumah sakit daerah juga dimenangkan perusahaan konstruksi swasta itu atas campur tangan Nazaruddin.

Dudung mengakui semua kongkalikong antara dia dengan Nazaruddin di beberapa proyek milik pemerintah saat dia dicecar pertanyaan oleh Djufri Taufik, kuasa hukum Rosalina.  

‘’Proyek rumah sakit infeksi di Surabaya (RS Penyakit Tropis Infeksi di Unair, red) senilai Rp400 miliar apakah melalui Pak Nazaruddin?’’ tanya Djufri di depan sidang, Jumat (5/8).

‘’Selain itu pembangunan rumah sakit Adam Malik (Sumatera Utara), juga melalui Nazaruddin bukan?,’’ imbuhnya dengan nada tegas.

Dengan pandangan menerawang, Dudung pun menjawab dengan nada lemah, ‘’Iya betul.’’ Pria asal Surabaya itu pun mengaku semua proyek yang diperoleh PT DGI dari Nazaruddin hampir semuanya didapat Mohammad El Idris, sang manager marketing yang juga berstatus terdakwa.  

Djufri sebenarnya masih ingin mencecar Dudung dengan proyek-proyek lain yang dikerjakan PT DGI, tapi majelis hakim yang dipimpin Suwidya pun ‘’mengeremnya’’ karena sidang kemarin hanya difokuskan untuk menggali keterangan terkait kasus suap Wisma Atlet.

Djufri pun janji akan membongkar semua kebusukan antara PT DGI dan Nazaruddin dalam persidangan-persidangan selanjutnya.

Sebelumnya, dalam sidang suap Wisma Atlet dengan tersangka Mohammad El Idris juga terungkap, Idris hendak memberi fee ke Rosalina atas pemenangan proyek RSUD Prof Haryono di Ponorogo.

Dudung pun mengakui, kemenangan perusahaan yang dipimpinnya untuk membangun rumah sakit daerah Jatim itu juga atas bantuan Nazaruddin.

Pada majelis hakim, Dudung akhirnya mengakui perkenalannya dengan Nazaruddin sudah berlangsung sejak 2009. Menurutnya, Idris-lah yang memperkenalkannya dengan mantan bendahara umum Demokrat itu.

Pertemuan pertama berlangsung di kantor PT Anugerah Group (Anugerah Nusantara) di kawasan Tebet, Jakarta.

Dicecar tentang pemberian fee ke beberapa pihak, Dudung pun mengatakan, pemberian semacam dana untuk orang-orang yang berjasa dalam pembangunan proyek-proyek pemerintahan merupakan hal yang lumrah dan biasa.

‘’Dalam bisnis ini (konstruksi) biasanya kami dikenalkan (pejabat) dibantu, lalu ada success fee,’’ ujar Dudung.

Tapi lagi-lagi, Dudung berkilah jika dituduh pihaknya yang berinisiatif memberi fee Wisma Atlet ke Sesmenpora Wafid Muharam dan anggota DPR. Menurutnya, yang berinisiatif adalah Nazaruddin dan Rosalina.

Bahkan, menurutnya, Rosalina dan Nazaruddin tak segan-segan menekan dan mendesak agar perusahaannya mengeluarkan dana miliaran untuk success fee ke Wafid.  Karena terus didesak, Dudung pun akhirnya menyanggupi pemberian dana ucapan terima kasih itu. Totalnya senilai 20 persen.

‘’Nazaruddin dapat 13 persen, pejabat di daerah 5 persen dan Sesmenpora 2 persen,’’ tuturnya. Bahkan, lantaran sering menekan dan memaksa, Dudung dan Idris pun menjuluki Rosalina dengan nama lain. Yakni Hamas.(kuh/iro/jpnn)


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  2021-06-17.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com