HARGA TBS

Virus Corona Masih Pengaruhi Turunnya Harga Sawit

Ekonomi-Bisnis | Selasa, 17 Maret 2020 - 15:21 WIB

Virus Corona Masih Pengaruhi Turunnya Harga Sawit
KUMPULKAN: Seorang pekerja sedang mengumpul tandan buah segar kelapa sawit, baru-baru ini. (DOK.RIAU POS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Harga Tandan Buah Segat (TBS) kelapa sawit periode 18  – 24 Maret mengalami penurunan pada setiap kelompok umur. Jumlah penurunan terbesar pada kelompok umur 10 - 20 tahun yang mengalami penurunan sebesar Rp89,32/ Kg dari harga minggu lalu, sehingga harga pembelian TBS untuk periode satu minggu kedepan menjadi Rp1.550,34/Kg.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Riau Ahmad Syahharofie melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Defris Hatmaja mengatakan, penurunan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor internal, penurunan harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. Penurunan yang terjadi cukup signifikan dibanding minggu lalu.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp 413,40/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 234,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 155,00/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 402,34/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp 471,80/Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan sebesar Rp 175,82/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 232,00/Kg, dan PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp232,91/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara dari faktor eksternal, penurunan harga TBS periode ini dipengaruhi oleh menurunnya permintaan CPO dunia akibat merebaknya virus COVID-19. Harga minyak sawit anjlok karena terjadi disrupsi permintaan di Uni Eropa dan Timur Tengah kala jumlah kasus infeksi COVID-19 di negara-negara tersebut bertambah dan menjadi risiko yang berdampak terhadap permintaan.

"Selain itu anjloknya harga minyak global juga memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan harga CPO. Biodisel merupakan energi alternatif untuk solar, sehingga koreksi harga minyak turut menekan prospek permintaan CPO untuk energi tersebut," jelasnya.

Laporan Soleh Saputra
Editor: Deslina






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU


Achmad - Idul Fitri

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-06-01.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com