Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Industri di Luar Jawa Terkendala Gas-Hilirisasi

T
Penulis: Tim Redaksi❯

AGUS GUMIWANG KARTASASMITA
AGUS GUMIWANG KARTASASMITA


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah mulai menggeser poros pertumbuhan industri nasional ke luar Pulau Jawa. Targetnya bukan sekadar pemerataan, tetapi membangun basis manufaktur baru agar ekonomi tak lagi bertumpu pada satu wilayah. Namun, upaya itu masih dibayangi persoalan klasik, yakni mahalnya gas industri dan belum solidnya hilirisasi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas (IPNM) di luar Jawa mencapai 33,25 persen pada 2026, seiring sasaran pertumbuhan IPNM sebesar 5,51 persen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan industri di luar Jawa penting untuk memperluas basis produksi nasional sekaligus mengurangi ketimpangan struktur industri yang selama ini masih terpusat. “Peningkatan industri dilakukan melalui kenaikan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa menjadi 33,25 persen,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/1).

Di Atas Pertumbuhan Ekonomi


Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Hilirisasi Perkebunan Fokus Kakao hingga Kelapa

Hilirisasi Perkebunan Fokus Kakao hingga Kelapa

hilirisasi perkebunan indonesia dipercepat untuk kakao, kopi, kelapa hingga tebu di 870 ribu hektare demi nilai tambah petani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer