Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investasi KEK Capai Rp335 Triliun

j
Penulis: jpg❯
Rizal Edwin Manansang
Rizal Edwin Manansang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kian mengokohkan perannya sebagai mesin investasi. Sepanjang 2012-2025, akumulasi realisasi investasi di KEK menembus Rp335 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 248.459 orang.


Advertisement

Dewan Nasional KEK mencatat, pada 2025 kinerja kawasan menunjukkan tren kuat. Dari 25 KEK yang beroperasi, realisasi investasi sementara mencapai Rp82,5 triliun atau sekitar 98 persen dari target tahunan. Lonjakan paling terasa terjadi pada kuartal IV 2025. Tambahan arus dana masuk mencapai Rp21 triliun.

“Ini menunjukkan kinerja KEK yang solid dan konsisten,” ujar Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang di Jakarta,Senin (2/2).

Kinerja Ekspor

Advertisement

Kontribusi KEK juga terlihat dari kinerja ekspor. Sepanjang tahun lalu, nilai ekspor dari kawasan tersebut mencapai Rp43,95 triliun, naik Rp21,93 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan didorong produk bernilai tambah tinggi, seperti smelter grade alumina dari KEK Galang Batang, oleokimia dari KEK Sei Mangkei, anoda dari KEK Kendal, serta produk olahan tembaga dari KEK Gresik.

“Capaian tersebut mencerminkan penguatan hilirisasi industri nasional di dalam kawasan,” imbuhnya.

Advertisement

Daya Tarik Kawasan

Pemerintah juga menaruh perhatian pada isu strategis untuk memperkuat daya tarik kawasan. Mulai percepatan perizinan lingkungan, ketenagakerjaan, dan kesehatan, hingga optimalisasi fasilitas fiskal serta dukungan infrastruktur. Upaya itu sejalan dengan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Dalam aspek ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan pemenuhan norma dan perlindungan pekerja. Sementara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Kementerian Perindustrian serta Kementerian ESDM mendorong realisasi investasi dan pengembangan industri hilirisasi yang menyerap tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, Kementerian Imigrasi memperkuat pengelolaan tenaga kerja asing di KEK secara selektif dan terkontrol. “Sinergi lintas sektor menjadi kunci menjaga daya saing KEK. Evaluasi kinerja bukan sekadar menilai capaian, tetapi pijakan untuk percepatan yang lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan lapangan,” pungkas Edwin.(agf/dio/jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

RI Jadikan BRICS Pintu Kembangkan Manufaktur dan Ekspor

RI Jadikan BRICS Pintu Kembangkan Manufaktur dan Ekspor

Indonesia memanfaatkan BRICS untuk memperkuat manufaktur, IKM, startup, dan ekspor serta membuka akses pasar Amerika Selatan melalui Mercosu

Tertekan Pasar Global, Harga Kelapa Bulat yang Diekspor dari Indonesia Anjlok hingga Lebih dari 50 Persen

Tertekan Pasar Global, Harga Kelapa Bulat yang Diekspor dari Indonesia Anjlok hingga Lebih dari 50 Persen

Akibat tertekan pasar global, harga kelapa bulat yang diekspor dari Indonesia anjlok hingga lebih dari 50 persen.

Produk Madu Desa Unggulan Tembus Arab Saudi

Produk Madu Desa Unggulan Tembus Arab Saudi

Madu desa binaan Kemendag tembus pasar Arab Saudi, potensi transaksi Rp1,6 miliar lewat Program Desa BISA Ekspor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer