Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kolaborasi Majukan Dunia Pariwisata di Riau

P
Penulis: Prapti Dwi Lestari❯
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho SE MM (empat kiri) memukul gong disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas Setia Dewa (tiga kiri) dan Ketua PHRI Riau Ir Nofrizal MM (lima kanan)
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho SE MM (empat kiri) memukul gong disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas Setia Dewa (tiga kiri) dan Ketua PHRI Riau Ir Nofrizal MM (lima kanan)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi PHRI dan Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau”.


Advertisement

Rakerda kali ini dibuka Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho SE MM di Pekanbaru, Kamis (5/2) disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas Setia Dewa dan Ketua PHRI Riau Ir Nofrizal MM.

Wako Pekanbaru Agung Nugroho SE MM mengaku siap berkolaborasi dengan Badan PHRI Provinsi Riau dalam pengembangan dan memajukan pariwisata. Ditambah posisi Kota Pekanbaru yang sudah terhubung dari berbagai daerah.

“Riau memiliki posisi strategis sebagai provinsi penghubung di Pulau Sumatra. Hal ini didukung keberadaan jalan tol yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sumatera Selatan, dengan Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi di jalur tengah,” katanya.

Advertisement

Wako juga menyinggung dampak efisiensi anggaran pada tahun sebelumnya, yang menyebabkan banyak kegiatan tidak dilaksanakan di hotel. Namun saat ini, Kementerian Dalam Negeri telah kembali memperbolehkan pelaksanaan kegiatan di hotel dan menjadi angin segar bagi industri perhotelan.

Ketua DPD PHRI Riau Ir Nofrizal MM menyampaikan kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberlanjutan industri perhotelan dan restoran. Menurutnya, sektor ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan kebijakan pemerintah.

Nofrizal menjelaskan, saat ini jumlah hotel di Provinsi Riau diperkirakan mencapai hampir 500 unit. Namun, tidak seluruhnya berada di bawah naungan PHRI.

Advertisement

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Pekanbaru. Ia menyebutkan jumlah hotel di Pekanbaru mencapai sekitar 200 unit, namun yang tergabung dalam PHRI baru sekitar 50 hotel. “Masih banyak pelaku usaha yang belum bergabung,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas Setia Dewa mengatakan, Rakerda II PHRI Riau sebagai forum penting untuk menentukan arah pariwisata Riau ke depan. Menurutnya, dunia usaha dan pemerintah perlu memiliki visi yang sejalan.

Apalagi berdasarkan data BPS Riau, kinerja pariwisata 2025 me­nun­jukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 32.581 pengunjung, meningkat 22 persen dibandingkan November 2025.(ayi)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Wisatawan Riau Dinilai Selektif, Pilih Paket Wisata Ekonomis

Wisatawan Riau Dinilai Selektif, Pilih Paket Wisata Ekonomis

Wisatawan Riau kini lebih selektif memilih perjalanan. Paket ekonomis, durasi singkat, fleksibilitas, dan harga transparan makin diminati.

Kunjungan Wisman ke Riau Turun 8,68 Persen

Kunjungan Wisman ke Riau Turun 8,68 Persen

BPS Riau catat 22.452 wisman kunjungi Riau pada Juli 2026, didominasi turis Malaysia. Pemprov fokus tingkatkan lama tinggal dan belanja.

Aryaduta Pekanbaru Perkuat Sinergi dengan Dinas Pariwisata Riau

Aryaduta Pekanbaru Perkuat Sinergi dengan Dinas Pariwisata Riau

Aryaduta Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Riau untuk mendorong promosi destinasi dan pertumbuhan wisata daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer