Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kredit Perbankan Melaju 9,37 Persen

j
Penulis: jpg❯
DIAN EDIANA RAE. (JPG)
DIAN EDIANA RAE. (JPG)

Advertisement

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kinerja intermediasi perbankan nasional masih menunjukkan tren positif di tengah ketidak­pastian ekonomi global. Penya­luran kredit tetap tumbuh solid dengan profil risiko yang relatif terkendali. 

Data Otoritas Jasa Keua­ngan (OJK) menunjukkan kredit perbankan hingga Februari 2026 mencapai Rp8.559 triliun, tumbuh 9,37 persen secara tahunan (YoY). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Januari yang mencapai 9,96 persen, namun tetap menunjukkan kinerja intermediasi yang positif.

“Perkembangan perbankan hingga akhir Maret menunjukkan kinerja intermediasi masih tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga,” ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Senin (6/4). 

Advertisement

Dari sisi penggunaan, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,72 persen YoY. Berdasarkan kategori debitur, korporasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 14,74 persen. Sementara dari sisi kepemilikan bank, Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit paling tinggi yaitu 12,78 persen. 

Dana Pihak Ketiga

Advertisement

 Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp10.102 triliun, naik 13,18 persen YoY. Pertumbuhan tersebut dido­rong oleh kenaikan giro sebesar 18,56 persen, deposito 13 persen, dan tabungan 8,12 persen. 

Dari sisi kuali­tas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross berada di level 2,17 persen, sedikit meningkat dibandingkan Januari sebesar 2,14 persen. Sementara NPL net tercatat 0,83 persen. 

“Berdasarkan Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO), kinerja industri perbankan pada kuartal I 2026 masih solid dengan risiko yang terjaga. Indeks Orientasi Bisnis Perbankan juga masih berada di zona optimistis,” kata Dian. 

Geopolitik Beri Tekanan NPL 

Meskipun demikian, OJK mengingatkan risiko eksternal tetap perlu diwaspadai, terutama konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

ASBISINDO dorong dukungan Otoritas Jasa Keuangan dan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan perbankan syariah menuju pangsa pasar 20%.

Akulaku Capital Indonesia Terima Persetujuan OJK sebagai PIKK Nonoperasional Akulaku Group

Akulaku Capital Indonesia Terima Persetujuan OJK sebagai PIKK Nonoperasional Akulaku Group

Akulaku Capital Indonesia menerima persetujuan OJK sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan nonoperasional Akulaku Group di Indonesia,

Nominal Pinjol Meningkat, Sentuh Rp107 T 

Nominal Pinjol Meningkat, Sentuh Rp107 T 

OJK mencatat pembiayaan pinjol mencapai Rp106,94 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 22,07 persen secara tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer