Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UMKM Bisa Ekspor Cetak Transaksi 23,6 Juta Dolar AS 

j
Penulis: jpg❯
Budi Santoso. (JPG)
Budi Santoso. (JPG)

Advertisement

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Program UMKM Bisa Ekspor mulai menunjukkan kinerja positif. Sepanjang kuartal I 2026, program besutan Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu sukses mencetak transaksi hingga 23,6 juta dolar AS. Lonjakan paling terasa terjadi pada Maret seiring maraknya penjajakan bisnis antara pelaku UMKM dan buyer mancanegara. 

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai capaian tersebut menjadi sinyal kuat me­ningkatnya daya saing produk UMKM Indonesia di pasar glo­bal. “Ke depan, kami akan terus memperluas akses pasar dan memperkuat pendampingan agar UMKM bisa berkelanjutan di pasar ekspor,” ujarnya, Selasa (14/4).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), nilai transaksi tersebut berasal dari potensi kerja sama melalui nota kesepahaman sebesar 19,64 juta dolar AS serta pesanan pembelian (purchase order) senilai 3,96 juta dolar AS. 

Advertisement

Sepanjang Januari-Maret 2026, Ditjen PEN telah menggelar 170 kegiatan business matching. Program ini melibatkan 396 UMKM dengan total partisipasi mencapai 528 kali. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menambahkan, program ini tidak sekadar mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli, tetapi juga memastikan kesiapan produk dari sisi kualitas hingga kapasitas produksi.

Advertisement

“Kami memastikan UMKM siap memenuhi permintaan pasar global secara konsisten,” tuturnya. 

Program ini turut didukung 25 institusi, mulai dari Bank Indonesia, Bank Jatim, hingga Japan External Trade Organization (JETRO), serta Indonesia Eximbank dan berbagai lembaga pembina UMKM lainnya.

Dari sisi pasar, pembeli berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Jerman, Ing­gris, Belanda, Arab Saudi, hingga Kanada. Jangkauan pasar pun meluas ke kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.

“Produk yang diminati cukup beragam. Mulai dari olahan hasil laut, furnitur, produk kesehatan, rempah-rempah, makanan dan minuman, hingga fesyen, kosmetik, kakao, produk turunan kelapa, dan perlengkapan berbahan plastik,” paparnya.(bry/dio/jpg)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

RI Jadikan BRICS Pintu Kembangkan Manufaktur dan Ekspor

RI Jadikan BRICS Pintu Kembangkan Manufaktur dan Ekspor

Indonesia memanfaatkan BRICS untuk memperkuat manufaktur, IKM, startup, dan ekspor serta membuka akses pasar Amerika Selatan melalui Mercosu

Tertekan Pasar Global, Harga Kelapa Bulat yang Diekspor dari Indonesia Anjlok hingga Lebih dari 50 Persen

Tertekan Pasar Global, Harga Kelapa Bulat yang Diekspor dari Indonesia Anjlok hingga Lebih dari 50 Persen

Akibat tertekan pasar global, harga kelapa bulat yang diekspor dari Indonesia anjlok hingga lebih dari 50 persen.

Produk Madu Desa Unggulan Tembus Arab Saudi

Produk Madu Desa Unggulan Tembus Arab Saudi

Madu desa binaan Kemendag tembus pasar Arab Saudi, potensi transaksi Rp1,6 miliar lewat Program Desa BISA Ekspor

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer