Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemberian Insentif Motor Listrik Ditunda

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Ilustrasi: Satu dari tiga motor listrik baru Honda yang diadopsi dari model populer.
Ilustrasi: Motor Listrik. (JPG)

Advertisement

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harapan industri sepeda motor listrik untuk bergairah lagi harus tertahan. Pemerintah kembali menunda pemberian insentif pembelian. Penundaan terbaru disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut skema insentif masih dalam tahap pembahasan.

Pelaku usaha mengakui ketidakpastian subsidi mulai berdampak langsung terhadap penjualan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Dealer Sepeda dan Motor Listrik Indonesia (Desmolindo) Sarifudin mengatakan, banyak calon konsumen memilih menunda pembelian hingga ada kepastian mengenai kelanjutan program subsidi.

’’Masyarakat cenderung menunda pembelian sepeda motor listrik hingga ada kepastian hukum dan teknis terkait pencairan subsidi. Hal ini menyebabkan perlambatan serapan pasar dan penumpukan stok di tingkat diler,’’ paparnya. Menurut dia, ketidakpastian yang berlarut-larut berpotensi mengganggu arus kas dealer dan menghambat target percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Sambil menunggu kepastian pemerintah, para diler berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai inovasi pembiayaan. Salah satunya melalui program  (RTO) yang memungkinkan masyarakat memiliki motor listrik dengan beban pembayaran awal yang lebih ringan.

Sarifudin juga berharap pemerintah tetap fokus mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk kemudahan pembangunan stasiun penukaran dan pengisian baterai sepeda motor listrik, agar daya tarik penggunaannya terus meningkat dalam jangka panjang.

Advertisement

Sementera itu, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai penundaan berulang tersebut menciptakan ketidakpastian kebijakan yang tidak hanya menahan minat beli masyarakat, tetapi juga menghambat keputusan investasi jangka panjang di sektor kendaraan listrik.

’’Penundaan berulang telah memberikan sinyal buruk terhadap tata kelola kebijakan Perpres 79 Tahun 2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai,’’ ujar Direktur Program Transformasi Sistem Energi IESR Deon Arinaldo.

Menurut Deon, dampak ketiadaan insentif sudah terlihat jelas pada penjualan sepeda motor listrik. (bry/bil/dio/jpg)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Vietnam Garap Motor Listrik Indonesia 

Vietnam Garap Motor Listrik Indonesia 

VinFast asal Vietnam ekspansi motor listrik Indonesia dengan membuka 20 diler dan menawarkan ekosistem kendaraan listrik.

Hadirkan Solusi Motor Pintar dan Ramah Lingkungan, Yadea Pekanbaru Siap Berkolaborasi Bersama Riau Pos

Hadirkan Solusi Motor Pintar dan Ramah Lingkungan, Yadea Pekanbaru Siap Berkolaborasi Bersama Riau Pos

Produsen kendaraan listrik ternama asal Tiongkok Global No.1, Yadea melebarkan sayapnya di pasar tanah air, tak terkecuali di Pekanbaru

Capella Honda Bagikan Tips Menaklukan Blind Spot dengan Motor Listrik

Capella Honda Bagikan Tips Menaklukan Blind Spot dengan Motor Listrik

PT CDN selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau beri tips cerdas agar tetap aman mengendarai motor listrik di tengah macet

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer