Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramai Protes Penetapan Desil, Pemerintah Perbaiki  DTSEN

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Purbaya Yudhi Sadewa. (jpg)
Purbaya Yudhi Sadewa. (jpg)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka suara mengenai protes masyarakat akan penetapan desil yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi perekonomian. Gelombang protes tersebut, banyak disampaikan masyarakat melalui sejumlah platform media sosial.

Advertisement

Purbaya mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan perbaikan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi basis dari penetapan desil. ”Makanya sedang diperbaiki (DTSEN, red),” ujar Purbaya kepada wartawan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8).

Ia mengatakan, peme­rintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaksanakan survei. Keti­ka dikonfirmasi mengenai nilainya, Purbaya mengatakan, pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp7 triliun untuk BPS pada tahun 2026.

Advertisement

Dana tersebut, salah sa­tunya akan digunakan oleh BPS dalam melakukan survei untuk program DTSEN, sehingga dengan dana yang cukup besar diharapkan hasilnya akan lebih optimal.

”Jadi, DTSEN sama sensus itu kalau tidak salah Rp7 triliun lebih sedikit. Dengan macam-macam (kegiatan) cukup banyak. Jadi mereka waktu awal-awal tahun, minta penambahan anggaran kita penuhi untuk memastikan DTSEN-nya bagus,” ujarnya.

Ia berharap pembaruan DTSEN dapat menghasilkan data yang lebih baik pada tahun depan. Menurut dia, ketidaksesuaian data pada sejumlah kasus masih mungkin terjadi dalam proses survei.

”Jadi, tahun depan seharusnya akan lebih baik. Kalau salah satu dua kan biasanya selalu ada kalau disurvei. Tapi saya harapkan tahun depan lebih rata,” katanya.

Purbaya mengatakan pemerintah juga akan terus memantau kondisi perekonomian dan masyarakat dalam menyiapkan sistem penetapan desil.(jpg)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BPS Tegaskan Desil Kesejahteraan Bukan Ukuran Tunggal Ekonomi

BPS Tegaskan Desil Kesejahteraan Bukan Ukuran Tunggal Ekonomi

BPS menegaskan desil kesejahteraan merupakan pemeringkatan relatif berdasarkan berbagai faktor sosial ekonomi, bukan ukuran tunggal kemiskin

BPS Provinsi Riau Juara Satu Penyusunan Laporan Keuangan

BPS Provinsi Riau Juara Satu Penyusunan Laporan Keuangan

BPS Provinsi Riau meraih peringkat pertama penyusunan laporan keuangan wilayah 2025 berkat transparansi dan tata kelola yang baik.

Usai Riau, BRK Syariah Kini Gandeng BPS Kota Batam Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri

Usai Riau, BRK Syariah Kini Gandeng BPS Kota Batam Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kepri

BRK Riau dan BPS untuk mengawal jalannya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Batam, pada Rabu (24/6/2026)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer