Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov Tunggu Penambahan Biosolar dari BPH Migas

D
Penulis: Desriandi Candra❯
Kendaraan masih terlihat antre saat akan mengisi minyak di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (7/9/2026). (DESRIANDI CANDRA/RIAU POS)
Kendaraan masih terlihat antre saat akan mengisi minyak di SPBU Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin (7/9/2026). (DESRIANDI CANDRA/RIAU POS)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar dan pertalite. Pengajuan penambahan kuota tersebut dilakukan melihat saat ini banyak antrean kendaraan di SPBU untuk pengisian BBM terutama jenis biosolar.

Kepala Dinas ESDM Riau Ismon mengatakan, untuk kuota Bio Solar penambahan kuota yang diajukan sebanyak 99.700 kiloliter (kl). Sedangkan penambahan kuota pertalite sebanyak 99.556 kl. “Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis biosolar dan pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat dalam hal ini BPH Migas,” katanya.

Advertisement

Terkait pengajuan penambahan kuota tersebut, pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak BPH Migas. Pasalnya untuk penambahan kuota tersebut juga perlu persetujuan dari pemerintah pusat. “Pengajuan penambahan kuota BBM ersubsidi inikan ada kaitannya dengan APBN juga. Makanya kami masih menunggu sembari terus berkoordinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Ma­nager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan kebutuhan BBM di Riau mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat mereka melakukan penyesuaian pasokan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan.

Advertisement

Menurutnya, kondisi antrean pada April 2026 masih relatif normal sebelum kemudian terjadi peningkatan kebutuhan pada bulan-bulan berikutnya. “Kami perlu sampaikan bahwa kebutuhan daripada BBM ini sudah Pertamina tingkatkan. Kemudian, kita melihat posisi April 2026 itu kondisi antrean normal dibandingkan dengan bulan-bulan setelah April itu ada peningkatan,” kata Wilson.

Dijelaskannya, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan BBM berdasarkan perkembangan konsumsi di la­pangan. Penambahan pasokan tersebut menjadi langkah untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan bakar.

Wilson menyebutkan bahwa upaya tersebut dilakukan agar ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga seiring meningkatnya konsumsi pengendara. “Posisi Agustus sampai September ini, Pertamina sudah menambah pasokan sampai 27 persen lebih tinggi daripada rata-rata di bulan April. Artinya bahwa kebutuhan ini naik,” jelasnya.

Diungkapkannya, peningkatan kebutuhan BBM tersebut tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya konsumsi masyarakat. Ada pula perubahan pola penggunaan bahan bakar yang turut meme­ngaruhi tingkat permintaan ter­hadap jenis bahan bakar tertentu.

“Penyebabnya itu adalah kenaikan kebutuhan dan ada juga yang terjadi migrasi yang tadi­nya menggunakan bahan bakar non-subsidi, ada yang beralih karena disparitas,” ungkapnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan BPH Migas Awasi Distribusi BBM

Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan BPH Migas Awasi Distribusi BBM

Untuk mengawasi distribusi BBM, Pemprov Riau menjalin kerja sama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta.

BBM Langka dan Antrean Mengular di SPBU, Bupati Rohul Temui Pertamina dan Usulkan Tambahan Kuota ke BPH Migas

BBM Langka dan Antrean Mengular di SPBU, Bupati Rohul Temui Pertamina dan Usulkan Tambahan Kuota ke BPH Migas

Bupati Rohul menemui Pertamina dan usulkan tambahan kuota ke BPH Migas. Hal ini dilakukan karena BBM langka dan antrean mengular di SPBU

Pemprov Permudah Pengurusan Izin Pertambangan Rakyat lewat OSS

Pemprov Permudah Pengurusan Izin Pertambangan Rakyat lewat OSS

Pemprov Riau mempermudah pengurusan IPR melalui OSS untuk 25 titik tambang emas di Kuansing.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer