
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengajukan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar dan pertalite. Pengajuan penambahan kuota tersebut dilakukan melihat saat ini banyak antrean kendaraan di SPBU untuk pengisian BBM terutama jenis biosolar.
Kepala Dinas ESDM Riau Ismon mengatakan, untuk kuota Bio Solar penambahan kuota yang diajukan sebanyak 99.700 kiloliter (kl). Sedangkan penambahan kuota pertalite sebanyak 99.556 kl. “Pemprov Riau telah mengajukan kuota BBM jenis biosolar dan pertalite. Tapi hingga saat ini masih tinggal menunggu persetujuan dari pusat dalam hal ini BPH Migas,” katanya.
Terkait pengajuan penambahan kuota tersebut, pihaknya saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak BPH Migas. Pasalnya untuk penambahan kuota tersebut juga perlu persetujuan dari pemerintah pusat. “Pengajuan penambahan kuota BBM ersubsidi inikan ada kaitannya dengan APBN juga. Makanya kami masih menunggu sembari terus berkoordinasi,” ujarnya.
Baca Juga: Satu Hati Menemani Setiap Langkah
Sementara itu, Sales Area Manager Riau Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan kebutuhan BBM di Riau mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat mereka melakukan penyesuaian pasokan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan.
Menurutnya, kondisi antrean pada April 2026 masih relatif normal sebelum kemudian terjadi peningkatan kebutuhan pada bulan-bulan berikutnya. “Kami perlu sampaikan bahwa kebutuhan daripada BBM ini sudah Pertamina tingkatkan. Kemudian, kita melihat posisi April 2026 itu kondisi antrean normal dibandingkan dengan bulan-bulan setelah April itu ada peningkatan,” kata Wilson.
Dijelaskannya, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan BBM berdasarkan perkembangan konsumsi di lapangan. Penambahan pasokan tersebut menjadi langkah untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan bakar.
Wilson menyebutkan bahwa upaya tersebut dilakukan agar ketersediaan BBM di SPBU tetap terjaga seiring meningkatnya konsumsi pengendara. “Posisi Agustus sampai September ini, Pertamina sudah menambah pasokan sampai 27 persen lebih tinggi daripada rata-rata di bulan April. Artinya bahwa kebutuhan ini naik,” jelasnya.
Diungkapkannya, peningkatan kebutuhan BBM tersebut tidak hanya disebabkan oleh bertambahnya konsumsi masyarakat. Ada pula perubahan pola penggunaan bahan bakar yang turut memengaruhi tingkat permintaan terhadap jenis bahan bakar tertentu.
“Penyebabnya itu adalah kenaikan kebutuhan dan ada juga yang terjadi migrasi yang tadinya menggunakan bahan bakar non-subsidi, ada yang beralih karena disparitas,” ungkapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




