Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov Minta Dilibatkan dalam Penghitungan PI WK Rokan

S
Penulis: Soleh Saputra❯
SF HARIYANTO. (JPG)
SF HARIYANTO. (JPG)

Advertisement

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meminta adanya transparansi dan ke­terlibatan daerah dalam proses rekonsiliasi serta pembahasan perhitungan pajak yang berkaitan dengan hak ekonomi daerah, khususnya Participating Interest (PI) 10 persen Wilayah Kerja (WK) Rokan melalui PT Riau Petroleum Rokan.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, pihaknya meminta SKK Migas Sumbagut dan Kanwil DJP Riau memberikan penjelasan mengenai mekanisme penghitungan pajak atas PI 10 persen WK Rokan.

"Khusus kepada SKK Migas Sumbagut dan Kanwil DJP Riau, kami meminta penjelasan terkait Pajak Participating Interest 10 persen Wilayah Kerja Rokan melalui PT Riau Petroleum Rokan," ujar SF Hariyanto.

Menurutnya, Pemprov Riau memerlukan penjelasan secara menyeluruh mengenai bagaimana angka kewajiban pajak tersebut terbentuk. Bukan hanya angka akhirnya, tetapi juga komponen yang menjadi dasar perhitungannya.

"Kami ingin penjelasan penghitungan pajaknya. Dari mana angka kewajiban tersebut terbentuk, bagaimana kaitannya dengan lifting, LPN, revenue, biaya operasi, working capital, lost carry forward, hak ekonomi PI 10 persen, sampai akhirnya berapa yang benar-benar diterima daerah," jelasnya.

Advertisement

SF Hariyanto menegaskan, Pemprov Riau ke depan berharap dapat dilibatkan dalam proses rekonsiliasi dan pembahasan perhitungan yang berkaitan dengan hak ekonomi daerah, tentunya sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

"Kami ingin prosesnya tidak hanya menghasilkan angka akhir yang kemudian kita terima, tetapi Pemerintah Provinsi Riau juga memahami basis data, komponen perhitungan, mekanisme pembebanan biaya, sampai dasar pengenaan pajaknya," tegasnya.

Ia menilai, keterbukaan dalam proses tersebut penting untuk membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Dengan demikian, optimalisasi penerimaan daerah tetap dapat berjalan tanpa mengganggu iklim investasi dan kepastian berusaha.

SF Hariyanto menegaskan, Pemprov Riau bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memiliki komitmen yang sama untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dunia usaha dan pemenuhan hak daerah.

"Saya bersama seluruh unsur forkopimda mempunyai komitmen yang sama, dunia usaha harus tetap tumbuh, kepastian berusaha harus kita jaga, tetapi hak daerah juga harus terpenuhi secara benar dan berkeadilan," ujarnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS, Plt Gubri SF Hariyanto Direncanakan Beri Dukungan Langsung di Jatidiri

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS, Plt Gubri SF Hariyanto Direncanakan Beri Dukungan Langsung di Jatidiri

PSPS Pekanbaru akan mengawali perjuangan di kompetisi Championship 2026/2027 dengan menghadapi tuan rumah PSIS Semarang di Stadion Jatidiri

Diserahkan Ilham Habibie, Plt Gubri SF Hariyanto Terima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026

Diserahkan Ilham Habibie, Plt Gubri SF Hariyanto Terima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026

Plt Gubri SF Hariyanto Terima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026, diserahkan ketua persatuan insinyur indonesia ilham akbar habibie

Catat Sejarah Keinsyuran Indonesia, SF Hariyanto Jadi Plt Gubernur Pertama Raih IPU 

Catat Sejarah Keinsyuran Indonesia, SF Hariyanto Jadi Plt Gubernur Pertama Raih IPU 

SF Hariyanto menjadi gubernur pertama di Indonesia yang meraih IPU. Capaian ini mencatatkan sejarah terkait keinsyuran Indonesia

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer