Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OPD Diminta Agresif Cari Sumber Pembiayaan

W
Penulis: Wira Saputra❯
PIMPIN RAPAT: Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil memimpin Rakor Monitoring dan Evaluasi Intervensi Pembangunan di Wilayah Perbatasan sekaligus Penyusunan Usulan Program Kawasan Perbatasan Negara (PKPN) 2027–2029 di Aula Dinas PUPR Meranti, Senin (14/9/2026).(Wira saputra/riau pos)
PIMPIN RAPAT: Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil memimpin Rakor Monitoring dan Evaluasi Intervensi Pembangunan di Wilayah Perbatasan sekaligus Penyusunan Usulan Program Kawasan Perbatasan Negara (PKPN) 2027–2029 di Aula Dinas PUPR Meranti, Senin (14/9/2026).(Wira saputra/riau pos)

Advertisement

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Keterbatasan kemampuan fiskal membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti harus lebih agresif mencari sumber pembiayaan pembangunan. Wilayah perbatasan negara dinilai menjadi salah satu pintu yang bisa dimanfaatkan untuk menarik duku­ngan anggaran dari peme­rintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Riau.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak sekadar menjalankan program, tetapi mampu membaca peluang pembiayaan yang tersedia di tingkat provinsi dan pusat.

Menurutnya, kondisi APBD yang terbatas tidak boleh menjadi alasan pembangunan berjalan lambat. Sebaliknya, anggaran dae­rah harus digunakan secara strategis untuk membuka akses terhadap sumber pendanaan lainnya.

”Karena kondisi fiskal kita tidak baik, APBD yang ada harus dimaksimalkan untuk mendapatkan dukungan anggaran dari provinsi maupun pusat. Di sisi lain, pene­rimaan daerah juga harus terus kita maksimalkan,” ujar Muzamil saat memimpin Rakor Monitoring dan Eva­luasi Intervensi Pembangunan di Wilayah Perbatasan sekaligus Penyusunan Usulan Program Kawasan Perbatasan Negara (PKPN) 2027–2029 di Aula Dinas PUPR Meranti, Senin (14/9).

Muzamil melihat status Meranti sebagai daerah perbatasan bukan sekadar posisi geografis, tetapi juga peluang untuk mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan.

Advertisement

”Meranti ini berada di wilayah perbatasan negara. Ini menjadi keistimewaan sekaligus peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik. Masih banyak peluang yang bisa kita perjuangkan, baik di tingkat provinsi, pusat maupun negara tetangga,” katanya.

Muzamil menilai persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan besar Meranti. Kondisi jalan, konektivitas dan akses transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi turut menentukan akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi.

”Infrastruktur yang baik memiliki korelasi dengan kualitas pendidikan. Begitu juga kesehatan yang terkadang dipengaruhi mobilisasi yang tidak lancar. Sektor ekonomi juga dipengaruhi kondisi infrastruktur yang belum memadai,” ungkapnya.

Karena itu, pembangunan konektivitas diminta menjadi salah satu fokus dalam penyusunan usulan program kawasan perbatasan 2027–2029.

Ia minta OPD tidak menyusun program berdasarkan keinginan sektoral ma­sing-masing. Setiap usulan harus memiliki sasaran, lokasi dan ukuran keberhasilan yang jelas. ”Dokumen yang ada sejauh ini sudah cukup baik, tinggal kita kerucutkan lagi agar lebih detail,” sebutnya.(yls)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Bea Cukai Riau Ungkap Penangkapan Kayu Rumah Warga Miskin Meranti tanpa Dokumen

Bea Cukai Riau Ungkap Penangkapan Kayu Rumah Warga Miskin Meranti tanpa Dokumen

Bea Cukai Riau mengungkap penangkapan kayu rumah warga miskin Meranti tanpa dilengkapi dengan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutav (SKSHH)

SBT Mencuat di Sosek Malindo Bandung, Usulan Kerja Legal 3–6 Bulan Bagi Warga Meranti Berlanjut

SBT Mencuat di Sosek Malindo Bandung, Usulan Kerja Legal 3–6 Bulan Bagi Warga Meranti Berlanjut

Usulan Special Border Treatment (SBT) untuk buka jalur kerja lintas batas yang legal bagi warga Meranti dan Karimun di Malaysia berlanjut

ADD September-Oktober untuk 96 Desa Meranti Mulai Diproses

ADD September-Oktober untuk 96 Desa Meranti Mulai Diproses

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai memproses pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk September dan Oktober 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer