Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Pabrik Kelapa di Riau, Target Olah 2 Juta Butir per Hari

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Pengusaha Jerry Hermawan Lo saat mengunjungi stan Royal Agro Industri dan Roemah Koffie di Trade Expo Indonesia, Sabtu (17/10/2026). (JPG)
Pengusaha Jerry Hermawan Lo saat mengunjungi stan Royal Agro Industri dan Roemah Koffie di Trade Expo Indonesia, Sabtu (17/10/2026). (JPG)

Advertisement

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengusaha Jerry Hermawan Lo memperluas bisnis hilirisasi kelapa melalui PT Royal Agro Industri (RAI). Perusahaan tersebut menargetkan kapasitas pengolahan lebih dari 2 juta butir kelapa per hari setelah penambahan peralatan produksi dan pembangunan pabrik baru di Riau.

CEO PT RAI Johanna atau Anna mengatakan, perusahaan telah membeli peralatan pengolahan kelapa dari Beyond, Cina. Mesin baru tersebut akan ditempatkan di pabrik Manado, Sampit, dan Riau untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Pabrik Manado dan Sampit akan mendapatkan tambahan jalur produksi. Sementara itu, peralatan di pabrik Riau akan dipasang untuk mendukung operasional sejak awal. “Tahun depan (2027, red), semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi,” kata Anna.

Dengan penambahan peralatan tersebut, PT RAI akan memproduksi berbagai produk olahan kelapa, termasuk kelapa parut kering atau desiccated coconut rendah lemak dan tinggi lemak. Perusahaan juga menghasilkan santan, arang, serat kelapa atau cocofiber, media tanam cocopeat, serta minyak kelapa mentah atau crude coconut oil.

Anna menjelaskan, pabrik Riau dirancang untuk mengolah hingga 1 juta butir kelapa per hari. Sementara itu, pabrik Manado memiliki kapasitas 500 ribu butir per hari, Sampit 350 ribu butir, dan Maluku 250 ribu butir. “Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah 2 juta lebih butir kelapa per hari,” kata Anna.

Advertisement

Dorong Nilai Tambah Kelapa

Founder JHL Group sekaligus pemilik PT RAI Jerry Hermawan Lo mengatakan, pengembangan industri pengolahan kelapa bertujuan mengoptimalkan potensi komoditas tersebut sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Jerry, hampir seluruh bagian kelapa dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Karena itu, potensi komoditas ini tidak seharusnya berhenti pada perdagangan kelapa utuh.

“Kelapa itu semua bagiannya bisa dimanfaatkan,” ujar Jerry saat mengunjungi stan Royal Agro Industri dan Roemah Koffie di Trade Expo Indonesia, Sabtu (17/10).

Melalui PT RAI, Jerry akan mengembangkan sejumlah pabrik pengolahan kelapa. Fasilitas tersebut meliputi PT Dewa Agricoco Industri di Halmahera, Maluku Utara, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara, serta PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan melalui KMP

BRI Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan melalui KMP

BRI mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui layanan keuangan terintegrasi untuk memperkuat ekonomi desa dan ketahanan pangan

Prof Dr Trisla Warningsih Tekankan Valuasi Mewujudkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Prof Dr Trisla Warningsih Tekankan Valuasi Mewujudkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Guru Besar Unri Prof Dr Trisla Warningsih menekankan pentingnya valuasi ekonomi sumber daya dan jasa ekosistem perikanan serta kelautan.

Guru Besar Universitas Riau Tekankan Valuasi Mewujudkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Guru Besar Universitas Riau Tekankan Valuasi Mewujudkan Ekonomi Biru Berkelanjutan

Universitas Riau (Unri) memperkuat kapasitas akademik dan riset dengan pengukuhan lima Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer