
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli memperkuat komitmennya terhadap peningkatan literasi dan pelindungan konsumen melalui dukungan bagi Gerai Cerdas PeKA atau Cakrawala Edukasi dan Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia-Peduli, Kenali, Adukan di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membekali generasi muda agar semakin cakap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital.
Acara ini dihadiri Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y S, SEVP Institutional Business BRI Suyitno, serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga Ardianto. Gerai ini merupakan inisiatif Bank Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Bersama Edukasi Pelindungan Konsumen (Geber PK), yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Universitas Airlangga dan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), serta didukung oleh BRI.
Baca Juga: The Zuri Hotel Pekanbaru Hadirkan Promo “Oktober Keren”, Menginap Nyaman dengan Harga Spesial
Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y S menyampaikan Gerai Cerdas PeKA memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda menghadapi dinamika ekosistem keuangan digital.
‘’Bagi BRI, kehadiran Gerai Cerdas PeKA pada hari ini memiliki makna yang sangat penting. Bukan hanya karena kita meresmikan sebuah fasilitas baru, tetapi karena kita sedang membangun sebuah ruang belajar, ruang diskusi, sekaligus ruang perlindungan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan ekosistem keuangan dan transaksi digital yang semakin dinamis,’’ ujarnya.
Melalui dukungan sarana edukasi, BRI menghadirkan ruang yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar, diskusi, konsultasi, dan penguatan literasi keuangan digital. Gerai tersebut terbuka bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola, serta organisasi kemahasiswaan untuk meningkatkan pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, keamanan data dan transaksi, serta hak dan kewajiban konsumen.
Dengan pendekatan Peduli, Kenali, dan Adukan, sivitas akademika didorong untuk menjaga data pribadi, mengenali karakteristik dan risiko layanan keuangan digital, serta memahami mekanisme pengaduan ketika menghadapi permasalahan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang cermat dalam mengambil keputusan keuangan sekaligus menjadi agen literasi di lingkungannya.
‘’Kolaborasi ini mempertemukan regulator, industri perbankan, asosiasi, dan institusi pendidikan dalam satu tujuan yang sama: membangun generasi muda yang semakin cakap, kritis, aman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan layanan keuangan digital,’’ pungkas Dippo.(hen)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




