JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani bertemu dengan lima pemimpin atau CEO perusahaan besar Australia di Sydney. Pertemuan itu berlangsung saat dirinya mendampingi Presiden Prabowo Subiano dalam kunjungan kerja ke Australia.
Dalam pertemuan itu, Rosan menyoroti hubungan ekonomi dan investasi Indonesia-Australia yang sudah cukup kuat.
Bahkan dalam waktu 5 tahun terakhir, kata Rosan, investasi Australia di Indonesia sudah mencapai 2,8 miliar dolar AS. Dari total investasi itu, kata Rosan, paling banyak didominasi oleh penanaman modal di sektor pertambangan, perhotelan, dan layanan kesehatan.
Namun dalam pertemuan itu, ia mengajak para bos perusahaan di Australia bisa turut berinvestasi di sektor energi baru dan terbarukan.
“Melalui IA-CEPA, kita tidak hanya membuka pintu bagi investasi, tetapi membangun jembatan kolaborasi yang berkelanjutan. Indonesia siap bertransformasi menjadi pusat investasi hijau dan bernilai tambah di kawasan,” kata Rosan, Kamis (13/11).
Untuk diketahui, sejumlah CEO yang hadir dalam pertemuan itu, terdiri dari Founder and Executive Chair Aspen Medical Glenn Keys, Chairman Pure Battery Technologies (PBT) Stephen Wilmot, Director Managed Investment AAM Investment Group David Paton, CEO Cue Energy Resources Matthew Boyall, dan CFO Nickel Industries Ltd Chris Shepherd.
Dalam pertemuan itu juga dibahas soal rencana investasi strategis dari masing-masing perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, hilirisasi, agrikultur, minyak dan gas.
Tak hanya itu, Rosan juga menawarkan mereka untuk bisa berinvestasi di tiga sektor prioritas. Meliputi hilirisasi sumber daya alam, termasuk pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik dan panel surya.(jpg)
Editor : Arif Oktafian