JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan harga referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada Februari 2026. Penguatan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang perayaan Hari Raya Imlek dan Ramadan 2026, di tengah pasokan yang tidak bertambah akibat penurunan produksi.
Untuk periode 1-28 Februari 2026, HR CPO yang menjadi dasar pengenaan pungutan ekspor (PE) ditetapkan sebesar 918,47 dolar AS per metrik ton (MT). Angka ini naik 2,84 dolar AS atau sekitar 0,31 persen dibandingkan HR CPO periode 1-31 Januari 2026 yang berada di level 915,64 dolar AS per MT.
“Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya permintaan sebagai antisipasi Hari Raya Imlek dan Ramadan, yang tidak diiringi dengan peningkatan pasokan akibat penurunan produksi,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana di Jakarta, Selasa (3/1).
Adapun sumber harga yang digunakan meliputi bursa CPO Indonesia sebesar 855,66 dolar AS per MT, bursa CPO Malaysia sebesar 981,28 dolar AS per MT, serta harga CPO di Pelabuhan Rotterdam sebesar 1.209,81 dolar ASper MT.
“Dengan demikian, harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Indonesia dan Bursa CPO di Malaysia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar 918,47 dolar AS per MT,” ujar Tommy.
Seiring dengan penetapan HR CPO tersebut, pemerintah juga menetapkan bea keluar (BK) CPO untuk periode 1-28 Februari 2026 sebesar 74 dolar AS per MT. Sedangkan besaran pungutan ekspor CPO ditetapkan senilai 91,8472 dolar AS per MT.(agf/gal/jpg)
Editor : Arif Oktafian