Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pelaku Usaha Siap Ekspansi Sambut Program Gentengisasi

Tim Redaksi • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:50 WIB

Ilustrasi, Proyek Gentengisasi dicanangkan pemerintah.
Ilustrasi, Proyek Gentengisasi dicanangkan pemerintah.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Program gentengisasi yang dikatakan Presiden Prabowo Subianto dinilai membuka pasar baru dan memacu ekspansi pabrik. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) memastikan kapasitas produksi saat ini cukup kuat untuk menjadi fondasi pertumbuhan berikutnya.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyebutkan, pelaku industri menyambut positif program gentengisasi. Saat ini terdapat tiga perusahaan produsen genteng anggota Asaki dengan kapasitas produksi mencapai 85 juta meter persegi per tahun. Tingkat utilisasi produksi bahkan sudah menembus di atas 90 persen.

Secara geografis, dua pabrik berada di Jawa bagian barat dan satu pabrik di Jawa bagian timur. “Tentu ini kabar menggembirakan. Memberikan optimisme baru bagi subsektor genteng. Kami siap melakukan ekspansi untuk menyambut pasar baru,” ujar Edy.

Menurut Edy, selama ini genteng berbahan tanah liat (clay) berjalan beriringan dengan genteng seng maupun material lain karena masing-masing memiliki segmen pasar sendiri. Fakta bahwa utilisasi produksi masih di atas 90 persen menunjukkan industri genteng memiliki permintaan yang stabil.

Dengan hadirnya program gentengisasi, Edy optimistis ekspansi pabrik maupun peningkatan kapasitas akan dipercepat. Namun, prosesnya membutuhkan waktu. Dia memperkirakan ekspansi industri genteng memerlukan sekitar 9-12 bulan.

“Saya yakin landbank ada, tinggal diperluas. Begitu program ini memperoleh kepastian, teman-teman industri bisa mengantisipasi dan menjemput bola peluang pasar,” paparnya.

Meskipun demikian, Asaki meminta dukungan pemerintah, terutama terkait bahan bakar dan bahan baku. Pertama, kepastian pasokan gas industri dengan harga kompetitif. Kedua, kepastian pasokan bahan baku, khususnya tanah liat (clay). Saat ini, Asaki mengeluhkan gangguan pasokan clay yang terjadi sejak kuartal IV-2025 akibat pencabutan dan moratorium izin pertambangan di Jawa Barat.

Padahal, Jawa Barat merupakan pemasok utama bahan baku industri keramik dengan porsi sekitar 50-60 persen. “Kami berharap ada solusi cepat dari Pemerintah Daerah Jawa Barat agar proses produksi tidak terhambat,” ujar Edy.(agf/dio/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#Gentengisasi #produksi genteng #Asaki #prabowo subianto