Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tak Ada Ruang Permainan Harga Jelang Ramadan

jpg • Senin, 16 Februari 2026 | 11:18 WIB
Andi Amran Sulaiman
Andi Amran Sulaiman

JAKARTA (RIAUPOS.CO)- Di tengah dinamika krisis pangan global, Indonesia mencatat capaian penting dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas pangan pokok strategis, ditandai dengan surplus produksi dalam negeri terhadap kebutuhan konsumsi nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat Menteri Pertanian menyampaikan, capaian tersebut menjadi momentum strategis yang patut disyukuri, sekaligus dijaga dengan pengelolaan distribusi dan harga yang baik.

“Di saat krisis dunia dan krisis pangan, Indonesia surplus. Kita sekarang sudah swasembada, sembilan komoditas. Yang belum (swasembada) ada tiga. Nah ini pun tiga yang belum swasembada, stoknya banyak,” ujar Kepala Bapanas Amran saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jakarta.

Kesembilan komoditas tersebut meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga akhir April 2026, total ketersediaan beras tercatat mencapai 27,55 juta ton dengan kebutuhan sebesar 10,30 juta ton, sehingga terdapat surplus 17,24 juta ton. Gula konsumsi juga diperkirakan surplus 595 ribu ton hingga April mendatang.

Surplus komoditas lainnya tercatat pada cabai besar sebesar 74 ribu ton, cabai rawit 105 ribu ton, jagung 4,85 juta ton, serta minyak goreng 3,5 juta ton. Untuk protein hewani, daging ayam diproyeksikan surplus 728 ribu ton dan telur ayam 349 ribu ton. Sementara bawang merah mencatat surplus 57 ribu ton.

Kondisi surplus tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga membuka ruang ekspor pada sejumlah komoditas. Sepanjang 2025, ekspor bawang merah tercatat 1,56 ribu ton dan jagung sebesar 7,49 ribu ton.(jpg)

Editor : Arif Oktafian
#komoditas #swasembada #harga pangan #ramadan