TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Laju inflasi di Tembilahan pada Februari 2026 menunjukkan lonjakan cukup tajam. Secara year on year (YoY), inflasi tercatat mencapai 7,32 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,24. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dua tahun terakhir.
Data tersebut disampaikan Bupati Indragiri Hilir (Inhil) melalui Asisten II Setda Inhil Dwi Budianto didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Inhil dalam pemaparan perkembangan IHK Februari 2026.
Jika ditelusuri, kenaikan paling mencolok terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 28,12 persen. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 17,49 persen.
“Kondisi ini menunjukkan tekanan inflasi tidak hanya datang dari bahan pangan, tetapi juga dari kebutuhan nonpangan rumah tangga,”ujar Dwi Budianto di Tembilahan, Senin (2/3).
Kelompok makanan, minuman dan tembakau turut menyumbang inflasi sebesar 6,68 persen. Sejumlah komoditas yang dominan memicu kenaikan harga antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, cabai merah, beras, serta kendaraan bermotor.
“Secara bulanan (Month to Month), inflasi Februari 2026 tercatat sebesar 0,94 persen. Sementara inflasi Year to Date (YtD) sejak Januari hingga Februari mencapai 0,70 persen,” sambung mantan Kadis PMD Inhil ini.
Sebagai pembanding, inflasi YoY Februari 2026 sebesar 7,32 persen ini melonjak dibandingkan Februari 2025 yang hanya 1,46 persen dan Februari 2024 sebesar 1,76 persen. Artinya, tekanan harga tahun ini jauh lebih kuat dibanding dua tahun sebelumnya.
Terakhir, Dwi Budianto menyampaikan Pemkab Inhil menyatakan akan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang periode meningkatnya konsumsi masyarakat.(*2)
Editor : Arif Oktafian