Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Program Gerak Syariah Jadi Upaya OJK Riau Perkuat Literasi Keuangan

M Ali Nurman • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:35 WIB

Triyoga Laksito
Triyoga Laksito

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Riau melalui penguatan literasi keuangan syariah, peningkatan kinerja lembaga jasa keuangan, serta dukungan pembiayaan bagi sektor ekonomi unggulan daerah.

Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito saat bertemu awak media, belum lama ini.

Triyoga menyampaikan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) yang menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan produk serta layanan keuangan syariah oleh masyarakat.

“Melalui program Gerak Syariah, OJK bersama para pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan li­terasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat, termasuk majelis taklim, komunitas masyarakat, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” ujar Triyoga.

Selain kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat, OJK Riau juga memperluas kampanye literasi keuangan syariah melalui berbagai kanal komunikasi, antara lain media sosial, podcast edukasi, serta kegiatan sosialisasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Dari sisi perkembangan industri jasa keuangan, kinerja sektor perbankan secara nasional tetap menunjukkan kondisi yang stabil dan resilien. Hingga Desember 2025, pertumbuhan kredit perbankan nasional tercatat sebesar 9,63 persen (Year on Year/YoY), sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,81 persen (YoY).

Sejalan dengan perkembangan nasional tersebut, sektor perbankan di Provinsi Riau juga mencatatkan pertumbuhan yang positif. Hingga Desember 2025, penyaluran kredit perbankan di Provinsi Riau tumbuh sebesar 5,94 persen (yoy), sementara penghimpunan DPK meningkat sebesar 5,37 persen (YoY).

Stabilitas sektor perbankan di Provinsi Riau juga tetap terjaga yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sekitar 2,20 persen, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 80,41 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai untuk mendukung penyaluran kredit ke depan. Dalam rangka memperkuat kelembagaan industri jasa keuangan daerah, OJK juga telah menetapkan perubahan nama PT Jamkrida Riau menjadi PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Riau (Perseroda) yang disingkat PT Jamkrida Riau.

OJK Riau juga mendorong peningkatan pembiayaan pada sektor unggulan daerah, salah satunya pengembangan komoditas buah nanas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi produk unggulan di beberapa wilayah di Riau. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, serta para pelaku usaha, OJK mendorong akses pembiayaan yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha pengolahan nenas guna meningkatkan nilai tambah produk serta memperluas akses pasar.(ali)

Editor : Arif Oktafian
#ojk riau #literasi keuangan #GERAK Syariah