Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bank Himbara Didorong Beli SBN

Tim Redaksi • Jumat, 27 Maret 2026 | 12:35 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah kembali menambah likuiditas ke sistem perbankan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun di Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, tambahan dana tersebut melengkapi penempatan sebelumnya sebesar Rp200 triliun pada September 2025. Dengan demikian, total SAL yang ditempatkan di perbankan kini mencapai Rp300 triliun.

“Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga likuiditas sekaligus meredam gejolak di pasar obligasi, khususnya kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN),” tuturnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Purbaya menjelaskan, pemerintah memantau secara ketat pergerakan yield obligasi. Kenaikan yield dinilai dapat menjadi indikasi adanya tekanan likuiditas di perbankan. ”Kalau bond yield naik 0,1 persen sudah saya perhatikan. Kalau naik 0,4 persen biasanya ada masalah likuiditas di bank. Saya cek, kalau memang kurang, kami tambah dana ke sistem,” imbuhnya.

Berbeda dengan penempatan dana sebelumnya yang memiliki tenor sekitar enam bulan, tambahan Rp100 triliun kali ini bersifat lebih fleksibel dan dapat ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pemerintah.

Baca Juga: Potensi Risiko Kredit Macet Bank Himbara ke Kopdes Merah Putih Tinggi

Dari sisi transmisi kebijakan, dana tersebut berpotensi digunakan bank untuk membeli SBN. Langkah ini diyakini dapat membantu menekan yield obligasi agar tidak me­lonjak terlalu tinggi. “Kalau bank beli obligasi, yield bisa ditekan sehingga tidak naik terlalu tajam,” imbuhnya.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif tambahan likuiditas yang digelontorkan pemerintah melalui kebijakan fiskal tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menilai suntikan dana dapat membantu perbankan menjaga likuiditas sekaligus menekan biaya bunga.

“Sehingga persaingan antarbank untuk berebut dana tidak terlalu ketat. Itu membantu agar suku bunga perbankan lebih cepat mengikuti BI-rate,” ujarnya.

Baca Juga: Cicilan Koperasi Merah Putih Pakai Dana Desa Apakah Berdampak pada Beban Fiskal Negara? Simak Penjelasan Menkeu Purbaya Berikut

Terkait kemungkinan penempatan dana pada SBN, Dian menegaskan hal tersebut ha­nya bersifat investasi sementara. “SBN itu sifatnya temporary investment. Tujuan utama bank tetap menyalurkan kre­dit,” tuturnya.

Saat ini, imbal hasil SBN berada di kisaran 6 persen. Sementara kredit perbankan mampu memberikan imbal hasil lebih tinggi, yakni di atas 9 hingga 10 persen. Karena itu, ketika permintaan kredit meningkat, bank diperkirakan akan mengalihkan dananya dari investasi SBN ke penyaluran kredit.(mim/dio/jpg/muh)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#pasar keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #sbn #bank Himbara