MENAHAN KERINDUAN, TETAP BERIKAN YANG TERBAIK

Aktivitas Pilot Helikopter Water Bombing APP-Sinarmas selama Ramadan

Feature | Rabu, 05 Mei 2021 - 10:20 WIB

Aktivitas Pilot Helikopter Water Bombing APP-Sinarmas selama Ramadan
Pilot Water Bombing APP-Sinarmas Harlan Rubby melakukan komunikasi dengan keluarganya di sela-sela melaksanakan tugasnya. (APP-SINARMAS FOR RIAU POS)

Bulan suci Ramadan sejatinya menjadi momen terbaik untuk berkumpul dan beribadah bersama keluarga. Namun, hal itu harus dipendam demi melaksanakan tugas sebagai Pilot Helikopter Water Bombing. 
 
Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru
 
USIA yang tidak lagi muda tidak menjadi kendala untuk tetap memberikan pengabdian terbaik dibidang yang sudah lama digelutinya. Meski harus bergelut dengan kecemasan dan kerinduan yang besar terhadap keluarga, Harlan Rubby (61) yang berprofesi sebagai Helicopter Pilot APP-Sinarmas ini tetap berusaha profesional dalam melaksanakan tugasnnya. 
   Harlan juga tidak tergolong baru dalam menggeluti profesinya. Ia memiliki mngalaman menjadi Pilot sudah 39 (tiga puluh Sembilan) tahun. Pekerjaan saat ini jadi Pilot Heli Water Bombing Superpuma di PT Arara Abadi- APP Sinarmas. Sebelumnya juga pernah jadi pilot heli water bombing BNPB Republik Indonesia
    Pria kelahiran Sumatera Barat itu merupakan tamatan Sekolah Pilot di Civil Aviation Traning Centre (Curuq), “ketika saya bercita-cita jadi pilot, karena ada pilihan antara pesawat Fixed Wing (Pesawat terbang) dan Helicopter, maka saya pilih Pilot Helicopter,” paparnya bersemangat. 
   Saya dari awal terbang dengan fixed Wing C23 Sundowner. Lalu saya ikuti heli training menerbangkan Heli Jenis Bell 206. Kemudian saya menerbang Heli SA 330 Puma, Kemudian AS332 Superpuma, Heli B0 105 Bolco, Heli Bell 212, Bell 412, Bell 430 dan Bell 205. Jadi ada 9 Jenis Pesawat yang pernah saya terbangkan. Kesemua pesawat diatas, saya sudah bekerja pada 6 Perusahaan Penerbangan berkelas Internasional,” urainya. 
   Sementara untuk menjadi pilot Heli Water Bombing yaitu sekitar Tahun 1999 yang lalu. Ia pertama kali melakukan water Bombing di salah satu perusahaan dengan armada helikpter Bell 205, pada saat ini belum popular water bombing. Baru pertama kali water bombing di Indonesia Tahun 1999 yaitu urgensi yang sangat tinggi dikalimantan timur yaitu habitat orang hutan. 
   “Pada saat itu di Thn 1999 belum ada satu orang pilotpun di Indonesia yang biasa melakukan water bombing, maka pada saat ini ada 4 orang Indonesia dan 1 Orang Asing yang di training yang mana pentrainingnya di datangkan dari Australia. Jadi misi kami saat itu sambil training langsung praktek menyelamatkan habitat orang hutan di Kaltim,” tuturnya seraya mengingat masa lalu berkerja. 
    Kemudian sejak 2016 Awal sampai saat ini saya beroperasional menerbangkan heli water bombing pada Perusahaan dibawah naungan APP (Asia Pulp & Paper) Sinar Mas. Saat ditanyakan mengenai tingkat kesulitan kerja yang digelutinya.
    Ia sempat menceritakan sekelumit pengalamannya di bidang penerbangan itu.  Harlan mencontohkan dalam menganalisasi bahan bakar. Dimana pilot harus memperhitungkan endurance heli untuk refuelling, dan pilot itu mempunyai batas terbang 1 hari itu sesuai regulasinya adalah 5 Jam. Jadi Baik kami pilot maupun APP Sinar Mas dalam penggunaan Heli Water bombing, harus benar-benar memperhitungkan atau mengorganize operasional heli, tidak hanya masalah efisiensi dan efektifitas nya termasuk juga waktu.
   Di sela-sela masa tugasnya dimasa Ramadan tetap melaksanakan tugasnya dan stan by untuk melakukan water bombing. Tapi karena ini bukan hal yang pertama, bertama sudah 39x Ramadhan bertugas, maka kondisi ini harus diterima, disamping ini tugas dan kerinduan terhadap keluarga sudah pastilah. 
    Kerinduan yang besar memang ketap dirasakannya. Dimana ia memiliki lima orang (meninggal Dunia 1 orang), Cucu 2 (dua) orang dari 2 orang anak yang telah berkeluarga. Salah satu langkah yang dilakukan dengan aktif berkomunikasi melakui seluler di sela-sela aktivitasnya sehari-hari. 
   Pada saat diwawancarai di Heli Base, Capt Harlan menyempatkan menerima Panggilan Telephon (video Call) dari Anaknya. Terlihat Capt Harlan bersenda gurau dengan cucunya di video call, sempat diabadikan Wartawan sambil mengobati kerinduannya.
    “Apalagi saat ini pengumunan dari pemerintah berkaitan dengan cpvid dari tanggal 06 s/d 17 Mei tidak ada transportasi yang digunakan untuk masyarakat, jadi kemungkinan jadwal pulang saya harus diperpanjang dan tertunda,” ungkap haru.(c) 
 


Bank BJB




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook




EPAPER RIAU POS  2021-06-13.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com