TREN INVESTASI PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Terus Tumbuh di Masa Pandemi

Feature | Minggu, 06 Juni 2021 - 10:26 WIB

Terus Tumbuh di Masa Pandemi
Wakil Pialang Berjangka PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Pekanbaru Juli Andriani (kanan) didampingi Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru Liwan Thio memberikan gambaran volume transaksi di Perdagangan Berjangka Komoditi, Jumat (4/6/2021). (HENNY ELYATI/RIAU POS)

Pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor perekonomian, tidak hanya di Indonesia namun juga di berbagai negara. Tetapi, industri perdagangan berjangka komoditi ternyata mampu bertahan, bahkan tetap tumbuh secara siginifikan. Hal ini tentu menumbuhkan harapan dan optimisme,bahwa perdagangan berjangka komoditi akan semakin berkembang di masa depan.


(RIAUPOS.CO)   -  BARU-BARU ini masyarakat Riau dihebohkan dengan kasus investasi bodong yang berkedok seolah-olah investasi chriptocurrency, nasabah investasi yang selama ini dikenal sebagai Edinar Coin (EDRG).  Sebanyak 3.445 akun member yang menjadi korban dengan nilai kerugian mencapai Rp96 miliar lebih. Investasi ini dijalankan lewat perusahaan PT Indragiri Digital Aset Indonesia (Indisia) yang didirikan oknum ASN Pemkab Inhu berinisial IH. Tersangka pun ditahan Polres Inhu pada 9 Maret 2021 lalu.


Modusnya yang dijalankan tersangka, produk yang ditawarkan seolah-olah sebuah aset kripto lalu dipakai untuk sebuah aktivitas yang disangkakan yakni penipuan diduga dengan menggunakan skema ponzi. Kepada anggota atau nasabah dijanjikan keuntungan sebesar 0,5 persen per hari atau 15 persen per bulan.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi di perdagangan berjangka komoditi (PBK), masyarakat perlu melakukan pengecekan legalitas pialang berjangka dan kewajaran keuntungan yang ditawarkan. “Kami berharap masyarakat tidak tergiur dengan janji keuntungan di luar kewajaran. Masyarakat perlu mempelajari lebih dahulu mekanisme transaksi, keuntungan, dan kerugiannya,’’ ujar Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Fajar Wibhiyadi saat diskusi secara virtual beberapa waktu lalu.

Fajar mengungkapkan, KBI di industri perdagangan berjangka komoditi memiliki tiga fungsi yakni sebagai pengelolaan risiko, penjamin transaksi dan perhitungan IRCA. “Nah di era digital juga kerap terjadi penipuan. Salah satu cara mengenali pialang berjangka legal adalah dengan melihat apakah nasabah mereka menggunakan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) atau tidak. Karena setiap transaksi dari anggota KBI dan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan terdaftar dan tercatat di sistem tersebut,” paparnya.

Karena saat ini sudah zamannya industri 4.0, jangan khawatir, setiap nasabah bisa bebas melihat laporan transaksi mereka kapan pun dan dimanapun. Semua bisa tersaji secara transparan melalui sistem bertitel SITNA.

Dengan adanya kasus penipuan berkedok investasi ini bagaimana dengan investasi perdagangan berjangka komoditi di Riau terutama di masa pendemi ini? Perdagangan berjangka komoditi mampu bertahan bahkan mengalami pertumbuhan. Hal ini mengindikasikan masyarakat, dunia usaha khususnya, melihat bahwa industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) bisa menjadi alternatif usaha yang menjanjikan bahkan dalam situas krisis seperti yang terjadi saat ini. Salah satunya PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Pekanbaru.

Pada triwulan pertama, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Pekanbaru meraih 86 nasabah baru, naik 10,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada posisi yang sama. Minat investasi yang terus meningkat menjadi pendorong jumlah nasabah baru di industri Perdagangan Berjangka Komoditi khususnya di Kota Pekanbaru. Segmen nasabah yang bergabung untuk melakukan transaksi adalah kalangan ekonomi menengah atas dengan rata-rata umur di atas 35 tahun. Dari sisi demografi lainnya yaitu profesi rata-rata dari kalangan pebisnis atau pengusaha.

‘’Pelayanan prima menjadi kunci dalam mempertahankan pertumbuhan jumlah nasabah baru di setiap periode. Memahami kebutuhan nasabah dari segmen A+ bertumpu pada karakter dan gaya hidup mereka. RFB Pekanbaru menerjemahkan semua kebutuhan nasabah dengan melakukan kunjungan, layanan info market terkini, edukasi produk yang menyeluruh serta memberikan berbagai apresiasi atas loyalitas dan kepercayaan nasabah,” ujar Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru Liwan Thio kepada Riau Pos, Jumat (4/6).


Di kuartal pertama tahun ini, total volume transaksi RFB Pekanbaru juga mengalami peningkatan meski tipis yaitu sebesar 0,58 persen menjadi 29.815 lot dibandingkan tahun lalu pada posisi yang sama sebesar 29.644 lot. Menurut Liwan, kecilnya pertumbuhan volume transasaksi pada kuartal pertama dikarenakan orang masih menahan transaksi karena harga emas yang cenderung volatile lantaran penemuan vaksin dan tingkat imbal hasil obligasi US yang tinggi. Sementara itu untuk produk derivatif berjangka lainnya seperti indeks Hang Seng dan Nikkei masih cenderung stagnan. “Emas atau locogold masih menjadi favorit para nasabah karena berinvestasi di emas lebih stabil dan aman. Namun sejak Januari, harga emas mengalami naik turun yang signifikan sehingga membuat nasabah cukup berhati-hati untuk melakukan transaksi agar tidak terdampak risiko yang dalam,” sebut pria yang murah senyum ini.

Bicara soal target, lanjut Liwan, PT RFB Cabang Pekanbaru menargetkan 600 nasabah baru hingga akhir tahun. Di kuartal kedua tahun ini sudah 100 orang nasabah baru. Sedangkan volume transaksi dari 10 cabang RFB se-Indonesia ditargetkan 2,5 juta lot. ‘’Di cabang Pekanbaru target volume transaksi hingga akhir tahun sekitar 500 ribu lot dan kita berharap ini bisa tercapai walaupun dalam kondisi pandemi,’’ imbuhnya.

Di lain kesempatan, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang menjelaskan, investasi perdagangan berjangka mengalami peningkatan di masa pandemi. “Di masa pandemi ini, sebagian masyarakat memikirkan bagaimana bisa bertahan hidup, tetapi sebagian berupaya untuk tetap berinovasi. Nah inovasi dengan investasi berjangka ini mudah dilakukan saat pandemi. Karena orang tidak harus bertemu, investasi ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ungkap Paulus.

Tentu saja, masih diperlukan kerja keras dan kerjasama semua pihak yang terkait. Berbagai kegiatan literasi tentang perdagangan berjangka komoditi perlu terus dilakukan, sehingga semakin banyak warga masyarakat, yang mengenal dan memahami perdagangan berjangka komoditi. Kalangan muda kiranya patut mendapat perhatian khusus, karena mereka juga merupakan kelompok potensial yang akan terjun ke dunia bisnis setelah lulus dari pendidikan.

‘’Kita semua tentu berharap, perdagangan berjangka di Indonesia semakin tumbuh dan berkembang, sehingga Indonesia bisa menjadi salah satu acuan pembentukan harga komoditi, khususnya komoditi yang memang merupakan andalan produk Indonesia, seperti sawit, timah, dan beberapa komoditi lainnya,’’ terang Paulus.

Sebagai salah satu bukti masih diminatinya investasi perdagangan berjangka komoditi, lanjut Paulus, Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (BBJ/JFX) pada 21 Mei lalu mencatatkan pertumbuhan volume transaksi yang tembus mencapai 3,064,091 lot. Meskipun masih dalam masa pandemi, transaksi perdagangan berjangka di JFX menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan positif yang signifikan, dengan demikian turut menunjang pertumbuhan dan perputaran roda ekonomi bangsa.

Pertumbuhan positif ini dapat dilihat dari volume transaksi untuk kontrak multilateral yang mencapai 626,759 lot, begitu pula untuk kontrak bilateral mencapai 2,420,472 lot, serta timah mencapai 14,860 lot.

Dengan pencapaian ini JFX tetap berkomitmen untuk menjadikan JFX sebagai sebuah bursa berjangka yang kredibel dan terus dipercaya bagi para anggota bursa, investor, serta masyarakat secara umum. Untuk itu JFX mengajak para investor berinvestasi di perusahaan pialang yang legal dan terdaftar di Bursa Berjangka Jakarta, serta telah mendapat persetujuan dari Bappebti sebagai badan pengawas.

‘’Pencapaian ini tidak lepas dukungan dari para pialang dan pedagang serta dukungan kebijakan dari Bappebti serta peran aktif dalam edukasi dan sosialisasi ke stakeholders, pialang, investor/pelaku pasar, kalangan akademis dan masyarakat yang telah semakin bertumbuh dalam berinvestasi sehingga pencapaian ini dapat terwujud dan merupakan andil besar yang tidak dapat dipisahkan dalam peningkatan volume transaksi,’’ tutup Paulus.

Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti M Syist melalui siaran persnya beberapa waktu lalu mengimbau agar masyarakat tak mudah terbujuk penawaran dari oknum yang menjanjikan keuntungan dari transaksi di bidang PBK. Pasalnya, banyak oknum yang memberikan janji bahwa PBK akan memberikan untung yang besar.

“Bahkan, dikatakan melalui PBK uang akan bekerja untuk kita. Padahal, risiko kerugian yang dapat terjadi juga sangat besar atau biasa dikenal dengan istilah high risk high return,” kata Syist.

Selain itu, ia juga meminta masyarakat tak mudah tergiur dengan penawaran pendapatan tetap dalam investasi PBK. Masyarakat sebaiknya mengecek legalitas pialang berjangkanya terlebih dahulu. Legalitas ini bisa dilihat di website www.bappebti.go.id. “Masyarakat diharapkan untuk tidak tergiur dengan janji bertemu di luar kewajaran serta mempelajari terlebih dahulu mengenai mekanisme transaksi, untung, dan ruginya. Selain itu nasabah juga harus mempunyai analisis yang mendalam terhadap fluktuasi harga yang terjadi,” terang Syist.

Dia juga memberi gambaran perbedaan antara perdagangan berjangka dengan pasar saham. Menurutnya banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang perdagangan berjangka. Pentingnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Bappebti terhadap perdagangan berjangka, karena beberapa alasan, antara lain karena perdagangan berjangka merupakan bisnis yang kompleks, perdagangan berjangka mengelola dana dari masyarakat, selain itu untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan praktik perdagangan yang merugikan, dan untuk memberi kepastian hukum yang memberi kepastian usaha bagi pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu juga ditekankaan bahwa yang boleh berhubungan dengan nasabah adalah Wakil Pialang Berjangka (WPB). Salah satu hal yang penting diketahui oleh WPB adalah kondisi keuangan calon nasabahnya. “Kondisi keuangan calon nasabah harus aman. Jangan sampai karena ikut transaksi berjangka urusan keuangan dapurnya menjadi terganggu,” tutup Syist.***

 

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru


Bank BJB

Pemkab Rokan Hulu




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



TERBARU


EPAPER RIAU POS  28-jul.jpg



riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com