SEMPAT BILANG MAKAN MALAM TERAKHIR, WUJUDKAN NIAT ORANG TUA

Norlius bin Ilyas Intan Kayo, JCH Riau yang Meninggal di Makkah

Feature | Kamis, 07 Juli 2022 - 09:45 WIB

Norlius bin Ilyas Intan Kayo, JCH Riau yang Meninggal di Makkah
Norlius bin Ilyas Intan Kayo (kanan) bersama adiknya Eliyarti (tengah) dan ipar di sela-sela rangkaian ibadah haji sebelum wafat, baru-baru ini. (DOKUMEN KELUARGA NORLIUS FOR RIAU POS)

Maut tak bisa diprediksi. Kapan dan di mana kita meninggal hanya menjadi rahasia Allah SWT. Ini pula dialami Norlius bin Ilyas Intan Kayo. Jemaah calon haji (JCH) Riau asal Pelalawan ini meninggal dunia di Tanah Suci Makkah saat menggantikan orang tuanya yang juga meninggal sebelum sempat menunaikan ibadah haji.

Laporan: KASMEDI dan MUHAMMAD AMIN (Rengat dan PangkalanKerinci)

Yamaha Alfa Scorpii

PAGI itu, Rabu (29/6) sekitar 09.00 WIB, notifikasi pesan WhatApps berdering di ponsel Nurlias Nur Hasnah (48). ibu dua anak ini sangat terkejut ketika membuka pesan singkat dari adik iparnya, Hj Eliyarti yang juga tengah menjalankan ibadah haji.

Pasalnya, bukan kabar gembira yang didapatkan, tapi sebaliknya. Warga Simpang IV Belilas RT 012 RW 03 Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini mendapat kabar suami tercintanya Norlius bin Ilyas Intan Kayo meninggal dunia di Makkah.

Norlius Ilyas dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Sharae, Makkah, Saudi Arabia, Rabu (29/6) lalu. Sang istri, Nurlias Nur Hasnah tidak ada firasat dan mimpi akan kepergian suami yang dibanggakannya. Ayah dua anak ini dinyatakan wafat pada Rabu (29/6) sekira pukul 02.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Sudah sepekan informasi itu kami terima, tapi rasanya masih semalam," ujar Nurlias Nur Hasnah didampingi dua anaknya, Rabu (6/7).  “Padahal kondisi kesehatan beliau cukup stabil dan tidak ada keluhan, mulai dari tensi hingga asam urat," kenangnya.


Nurlias Nur Hasnah bercerita, keberangkatan almarhum untuk menunaikan ibadah haji adalah menggantikan posisi orang tuanya. Karena pada tahun lalu, orang tuanya yang tinggal di Kabupaten Pelalawan meninggal dunia. Sejak ditetapkan sebagai pengganti orang tuanya, almarhum cukup semangat untuk mengurus kelengkapan administrasinya.

“Makanya beliau berangkat dan tergabung di Kloter Kabupaten Pelalawan. Bahkan almarhum orang tuanya juga berkeinginan meninggal dunia di Tanah Suci," tambahnya.

Bagi Nurlias Nur Hasnah, almarhum merupakan sosok kepala keluarga yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Pekerjaan sebagai pedagang ditekuninya dengan serius. Bahkan dengan usaha berdagang itu, keluarga berkecukupan.

Tidak itu saja, almarhum menghubungkan ada campur tangan Allah SWT. Betapa tidak, ada sejumlah barang dagangan yang belum tentu terjual, tetap dibelinya.

“Kita jualan ini hanya melayani pembeli. Barang dagang yang akan dibeli konsumen, biar Allah SWT yang mengarahkan dan mengaturnya. Karena untuk rezeki merupakan hak Allah SWT memberikan kepada manusia. Tugas kita hanya berusaha," sebut Nurlias Nur Hasnah mengenang ucapan suaminya.

Duka mendalam juga dirasakan oleh kedua anaknya yakni Melani Ratu Fanesa (18) dan Naylani Oktalira (12). “Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, papa pernah bilang saat makan bersama, makan bersama itu merupakan makan terakhir," sebut Melani yang tamat MA Al Ikhsan Kecamatan Seberida.

Melani menambahkan, orang tuanya merupakan sosok yang sangat tegas dan penyayang. Bahkan orangtuanya terus berupaya untuk memenuhi keinginannya. “Papa meminta saya untuk mengurus SIM A. Karena saya sudah bisa mengendarai mobil. Hal ini ditegaskannya agar taat aturan," ucapnya.

Melani yang sudah mendaftar masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri di Unri dan UIN Pekanbaru sedih ketika tidak sempat menerima panggilan video call (VC) orang tuanya yang masih berada di Batam menuju Arab Saudi.

Melani berjanji tetap akan semangat mengejar cita-citanya. Hal itu sesuai dengan pesan orang tuanya bahwa anak perempuan juga harus bisa. “Papa adalah sosok kepala keluarga yang tangguh dan penuh tanggungjawab," ujarnya.

Banyak sanak saudara, kerabat yang menyampaikan belasungkawa serta mendoakan warga yang tinggal di Simpang IV Belilas, Kecamatan Siberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ini, mendapatkan tempat yang layak disisi sang Khalik, termasuk adik bungsu almarhum, yakni Hj Afriyenis Ilyas.

“Kami dari keluarga besar Ilyas Intan Kayo sudah ikhlas melepaskan kepergian abang kami untuk menghadap Allah SWT. Semoga almarhum husnul khotimah," ujar Afriyenis Ilyas saat menerima kunjungan rombongan Kemenag Pelalawan di kediamannya di Pasar Kelurahan Ukui, Kecamatan Ukui, Rabu (6/7) siang.

Afriyenis mengaku tak menduga sama sekali abang kandungnya akan wafat di Makkah. Pasalnya, selama di Tanah Suci, almarhum yang berangkat haji bersama kakaknya atau adik kandung almarhum yakni Eliyarti yang tinggal di Sorek Kecamatan, Pangkalan Kuras berada dalam kondisi sehat.

“Paling batuk karena cuaca di sana. Hampir sebagian besar jemaah di sana batuk dan sakit tenggorokan," ucapnya.

Dijelaskan Afriyenis, tidak ada firasat sedikit pun keluarga akan kehilangan anak tertua dalam keluarga mereka. Hanya saja, sebelum berangkat menuju Tanah Suci, almarhum yang meninggalkan istrinya Nurlias Nur Hasnah beserta dua putrinya Melani Ratu Fanesa dan Naylani Oktalira, terlihat tampak sangat gembira.

“Bahkan, saat berada di asrama haji, mendiang yang tak begitu suka di jepret kamera malah terlihat senang saat berfoto dan mengirimkan hasil foto bersama kak Eliarti bersama suaminya yang berangkat dalam satu rombongan kepada saya," paparnya.

Afriyenis mengatakan, dirinya tidak mengetahui persis bagaimana almarhum sampai jatuh pingsan hingga akhirnya koma dan menghembuskan napas terakhir. “Kalau cerita dari Eliarti, almarhum pingsan akibat kelelahan akibat fisiknya tak kuat, meski memiliki riwayat penyakit diabetes," ujarnya.

"Sehingga pada Senin (27/6) waktu Arab Saudi, bang Norlius langsung dibawa ke Rumah Sakit An Nur Arab Saudi. Bahkan, mendiang yang dirawat selama dua hari dalam kondisi koma, sempat diberikan alat bantu napas. Namun akhirnya pada Rabu (29/6), kami mendapat laporan mendiang telah dipanggil menghadap Illahi, ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pelalawan, Drs H Syahrul Mauludi MA melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H Razali mengatakan bahwa, pihaknya menyampaikan ucapan belasungkawa.

“Meski berat bagi keluarga, ini sudah merupakan takdir Allah yang harus kita terima,"pesannya saat melayat ke rumah adik kandung almarhum.

Diungkapkannya bahwa, dari hasil analisa dan diagnosa tim kesehatan, penyebab meninggalnya Norlius Ilyas akibat mengidap penyakit diabetes. Dan Norlius Ilyas, pingsan sehingga masuk rumah sakit pada Senin (27/6) sekitar jam 02.30 WIB. Selama di rumah sakit, almarhum yang sempat diberikan alat bantu napas, tidak sadarkan diri atau kondisi koma hingga dinyatakan meninggal dunia.

“Riwayat kesehatan beliau dari pemberangkatan, menjalankan aktivitas ibadah di Arab Saudi tidak terindikasi ada sakit yang mengkhawatirkan. Hanya saja dari laporan Pendamping Haji Daerah (PHD) Pelalawan Yulhairi, almarhum diduga kelelahan sehingga akhirnya pingsan dan tak sadarkan diri hingga koma dan akhirnya wafat," terangnya.

Dikatakannya bahwa almarhum Norlius merupakan warga Siberida Kecamatan Belilas, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang menggantikan ayahnya yakni Ilyas Intan Kayo yang telah meninggal dunia di RS Awal Bros pada 18 Juli 2021, sebelum terbang ke Makkah. Mendiang orang tuanya telah mendaftar haji tahun 2011 dan akan diberangkatkan tahun 2020. Tapi karena Covid-19, keberangkatan tertunda.

Kemudian, mendiang sebagai anak tertua menggantikan ayahnya, yakni pelimpahan mutasi ahli waris kepadanya. Almarhum masuk dalam rombongan JCH Pelalawan yang tergabung dalam Kloter 7 BTH bersama adiknya serta iparnya. “Karena beliau anak pertama, jadi dia yang menggantikan almarhum ayahnya naik haji," ujarnya.

Dipaparkan Razali bahwa, Hj Afriyenis Ilyas merupakan adik bungsu almarhum. Di mana mendiang orang tuanya, Ilyas Intan Kayo tinggal di kediaman Afriyenis.

“Kondisi fisik Norlius sebelum meninggal dunia sangat kuat. Pasalnya, almarhum yang berprofesi sebagai supir barang harian ini sering pulang pergi ke Provinsi Sumatera Barat. Namun semua ini susah menjadi keinginan Yang Maha Kuasa. Almarhum akhirnya wafat sebelum sempat menyelesaikan prosesi ibadah haji. Tepatnya sebelum pelaksanaan ibadah wukuf," bebernya.

Ditambahkannya bahwa, saat ini pihaknya tengah membantu pengurusan administrasi asuransi mendiang untuk ahli waris. Salah satunya menunggu surat kematian dari Pemerintan Arab Saudi melalui ketua kloter. “Dan nantinya setelah prosesi ibadah haji rampung, surat ini akan kita sampaikan ke Kementerian Agama agar dana asuransi itu bisa dicairkan. Nilainya yakni sebesar Rp39.886.009," tuturnya.(das)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook



BRI Simpedes II PKU

DPRD SIAK



EPAPER RIAU POS  17-august.jpg




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com