TAK KUAT KARENA JALAN TERLALU SEPI

Nestapa Negara yang Terdampak Virus Corona

Feature | Selasa, 25 Februari 2020 - 23:01 WIB

Nestapa Negara yang Terdampak Virus Corona
Masker pelindung yang dipakai turis di Venesia ini bukan peranti yang sepaket dengan topengnya. Senin (24/2), dia bermasker untuk mencegah penularan virus Korona (ANDREA PATTARO / AFP)

Fokus setiap pemerintah dalam menangani Covid-19 adalah mencegah persebaran dan kematian. Karena itu, keperluan primer jadi barang mewah. Keperluan sekunder dan tersier jelas tak lagi ada dalam pikiran.

MOCHAMAD SALSABYL ADN, Jawa Pos

AHAD (23/2) lalu terasa mencekam bagi Melissa Catanacci. Dia mencoba untuk tetap ceria di kota yang sedang diisolasi karena virus Covid-19. Salah satunya dengan melakukan passeggiata. Yang dimaksud adalah hiburan keluarga dengan sekadar berjalan di jalanan sekitar rumah.

Namun, tak lama setelah berjalan, dia dan keluarganya memutuskan segera pulang. Catanacci, suami, dan dua anaknya tak kuat melihat pemandangan luar. Terlalu sepi. "Setiap 15 menit, kami baru melihat mobil berlalu," ungkapnya kepada Associated Press.


Codogno, tempat tinggal Catanacci, langsung dikarantina setelah pasien virus corona pertama di Italia Utara muncul. Penduduk kota yang berusia 30 tahun tiba-tiba sakit dan diklaim positif terkena Covid-19.

Sejak penemuan itu, semua fasilitas publik ditutup. Baik supermarket, restoran, maupun toko. Selain Codogno, ada sembilan kota di wilayah Lombardia yang diisolasi. Hanya apotek dan toko kebutuhan dasar yang boleh beroperasi. Anak-anak yang bosan karena libur panjang hanya bisa mengajak teman ke rumah.

Di Milan, ibu kota Lombardia, hampir semua hiburan dibatalkan. Mulai pertandingan sepak bola anak, jadwal liga Serie A, hingga pertunjukan teater di La Scala. Hanya pegiat mode yang "bandel" dan melanjutkan Milan Fashion Week.

"Kami tak merasa bahwa sektor kami menghadapi bahaya. Kami tenang tapi berhati-hati," ungkap Carlo Capasa, Presiden Italian National Fashion Chamber.

Satu-satunya yang menuruti imbauan pemerintah adalah Giorgio Armani. Mereka mengumumkan bahwa jajaran busana terbaru mereka bakal dipamerkan via siaran langsung. Model bakal berjalan di catwalk yang kosong dari penonton.

Di Venesia, pemerintah memutuskan untuk menghentikan festival lokal Ahad (23/2). Venice Carnival adalah festival topeng tahunan yang terkenal untuk perayaan menjelang Paskah. Ratusan orang memenuhi jalanan Venesia dengan topeng sejak awal bulan. Namun, aparat siaga untuk membubarkan peserta sejak Senin (24/2).

"Keputusan ini akan berlaku mulai tengah malam," ujar Gubernur Venesia Luca Zaia seperti yang dilansir Agence France-Presse.

Italia memang sedang panik karena jumlah pasien Covid terus meningkat. Dengan jumlah kasus mencapai 219, Italia kini menjadi negara dengan persebaran terbesar di luar Asia. Kebijakan penutupan kota pun sudah mempengaruhi 100 ribu penduduk.

Apalagi, sampai saat ini mereka belum bisa menemukan penyebab wabah tersebut. "Sampai saat ini kami belum bisa menentukan 'pasien zero'," papar Angelo Borrelli, Kepala Civil Protection Agency Italia. Istilah itu merujuk pada orang pertama yang membawa virus tersebut ke Italia.

Korea Selatan (Korsel), negara dengan pasien paling banyak selain Cina, baru saja mengumumkan penundaan musim baru liga sepak bola nasional. Organisasi olahraga lain juga mengambil langkah yang sama.

"Keputusan ini kami ambil untuk melindungi keselamatan penduduk serta pemain," tulis badan pengelola K-League menurut Agence France-Presse.

Selain itu, Pemerintah Korea Utara (Korut) dikabarkan sudah mengarantina 380 warga asing. Sebagian besar merupakan diplomat yang bekerja di ibu kota Pyongyang. Menurut media pemerintah, 200 warga asing sudah diisolasi di tempat mereka sendiri selama 30 hari terakhir. Menjelang akhir, masa karantina mereka diperpanjang untuk periode yang tak jelas.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Achmad - Idul Fitri

UIR PMB Berbasis Rapor

Pelita Indonesia

EPAPER RIAU POS  2020-06-02.jpg

PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com