Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antara Bahagia dan Haru Menggantikan sang Ayah

D
Penulis: Denny Andrian❯
Alifah Berliana. (JPG)
Alifah Berliana. (JPG)

Advertisement

 
Berangkat haji menjadi dambaan umat muslim. Namun, untuk menunaikan rukun Islam kelima ini tak mudah. Selain, harus punya kemampuan secara materi dan fisik, di Indonesia umat muslim harus menunggu cukup lama, mencapai puluhan tahun. Di Riau, antrean mencapai 29 tahun. Tapi, Alifah Berliana Putri mendapat keberkahan bisa ke Tanah Suci tahun ini.

Laporan JOKO SUSILO, Pekanbaru

LANGKAH Alifah Berliana Putri menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Di usianya yang masih 17 tahun, siswi kelas XI MAN 2 Pekanbaru ini menjadi salah seorang  jemaah haji termuda asal Kota Pekanbaru tahun ini.

Advertisement

Namun, di balik senyum bahagianya, tersimpan rasa haru yang mendalam. Alifah berangkat menunaikan ibadah haji bukan bersama sang ayah, melainkan menggantikan posisi ayahnya yang telah lebih dulu berpulang.

“Senang, tapi juga sedih karena menggantikan orang tua,” ung­kap Alifah lirih didampingi ibunya, Leni Suherni saat ditemui di Masjid Agung Al Firdaus Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Sabtu (4/4).

Meski masih muda, Alifah mengaku telah mempersiapkan diri, termasuk doa-doa khusus yang akan dipanjatkan setibanya di Tanah Suci. Ia berharap perjalanan ini menjadi ibadah terbaik, sekaligus bentuk bakti kepada orang tuanya.

Advertisement

Alifah tercatat sebagai jemaah Kloter 4 dan berdomisili di Jalan S--embilang, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Sang ibu, Leni Suherni menuturkan, panggilan ke Tanah Suci bukanlah perjalanan singkat. 

Ia dan keluarga harus menunggu sekitar 13 tahun untuk bisa berangkat haji.

“Tidak berangkat dengan suami, tapi dengan anak,” ucapnya, dengan nada haru. Kisah Alifah menjadi bagian dari pelaksanaan manasik haji akbar tingkat Kota Pekanbaru yang digelar selama dua hari, sejak Sabtu (4/4) hingga Ahad (5/4).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekanbaru, Hj Haryati mengatakan, kegiatan manasik ini bertujuan untuk mempersiapkan jemaah agar lebih mandiri dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Dengan manasik ini, diharapkan jemaah bisa menjadi lebih siap dan mandiri saat di Tanah Suci,” ujarnya. Di tengah ribuan calon jemaah lainnya, kisah Alifah menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan haji selalu menyimpan cerita.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW

38 Jemaah Umrah Gagal Berangkat ke Tanah Suci, Kanwil Kemenhaj Riau Periksa Travel BMW

Defizon mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Kemenhaj Provinsi Riau, Travel PT.BMW tersebut tidak berizin dan tidak terdaftar.

Enam Jemaah Haji Riau Dirawat di Batam sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal

Enam Jemaah Haji Riau Dirawat di Batam sebelum Dipulangkan ke Daerah Asal

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan enam jemaah yang dirawat terdiri dari dua orang jemaah K

Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Kampar Hj Halimah Abu Amar Wafat di Makkah

Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Kampar Hj Halimah Abu Amar Wafat di Makkah

Hingga saat ini sudah tiga jemaah haji asal Kampar yang wafat di Tanah Suci. Yang tervaru adalah Hj Halimah Abu Amar wafat di Makkah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer