
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Langit sore di kawasan Arengka Atas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, mulai redup ketika aktivitas di sebuah kandang ternak perlahan usai, Sabtu (16/5). Jarum jam menunjukkan pukul 16.30 WIB. Suara embikan kambing dan domba masih terdengar bersahutan dari balik pagar kandang di Jalan Pahlawan Nomor 17.
Di tempat itu, pemilik peternakan bernama Boya baru saja menuntaskan pekerjaan rutinnya. Setelah memastikan seluruh hewan sudah diberi makan, ia duduk beristirahat di sudut kandang milik Peternakan Aisyah miliknya.
Sudah 11 tahun Boya menjalani usaha peternakan kambing dan domba. Dari kandang sederhana itu, ia menggantungkan hidup sekaligus merawat harapan setiap kali musim Iduladha datang.
Saat ini, sekitar seratus ekor kambing dan domba dipeliharanya. Sebagian merupakan kambing perah (menyediakan susu kambing murni), sementara lainnya dipersiapkan untuk keperluan hewan kurban.
Baca Juga: Halte Dibiarkan Terbengkalai Tak Berfungsi
Menjelang Hari Raya Iduladha, kandangnya mulai ramai didatangi pembeli. Namun tahun ini, Boya mengaku penjualan masih berjalan biasa saja. ”Kalau dibanding tahun kemarin, hampir sama. Biasanya dua pekan menjelang Iduladha baru mulai ramai yang pesan,” ujarnya, Ahad (17/5).
Untuk hewan kurban jenis kambing, stok miliknya bahkan sudah habis dipesan pelanggan. Kini yang tersisa tinggal domba dengan berbagai ukuran dan harga.
Harga kambing atau domba yang dijual berkisar mulai Rp1,8 juta hingga Rp8 juta per ekor. Perbedaan harga ditentukan dari ukuran dan bobot hewan.
”Kalau yang Rp8 juta itu berat hidupnya sekitar 90 kilogram. Kalau Rp1,8 juta beratnya sekitar 15 sampai 18 kilogram,” jelas Boya.
Sebagian besar pembeli berasal dari Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Menurutnya, pelanggan dari wilayah sekitar lebih mudah dilayani karena faktor pengiriman ternak. ”Kalau terlalu jauh kami susah mengantarnya,” katanya sambil tersenyum.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




