
Lumpuhnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menyisakan cerita pahit buat Astrid, seorang warga Jakarta yang ‘’terjebak’’ di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sejak Ahad (6/9) hingga Senin (7/9).
Laporan SITI AZURA, Pekanbaru
Astrid datang ke Pekanbaru untuk menghadiri acara pernikahan kerabatnya. Kini, demi bisa kembali ke Jakarta, dirinya terpaksa mengambil rute jauh dengan biaya yang jauh lebih mahal.
Ditemui Riau Pos, Astrid bercerita seharusnya terbang ke Jakarta via Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanabaru menggunakan Pelita Air pada Ahad (6/9) pukul 18.20 WIB.
Namun, kondisi penerbangan yang belum memungkinkan membuat jadwal penerbangan reschedule hingga dua kali. Hari itu, erupsi Gunung Anak Krakatau masih terjadi. Alhasil, Astrid kembali menghadapi perubahan jadwal untuk ketiga kalinya.
Agar tetap bisa melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta, dirinya terpaksa memilih rute yang lebih panjang, yakni Pekanbaru-Batam, kemudian Batam-Surabaya, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. “Jadi seharusnya hari Ahad (6/9) pukul 18.20 pakai Pelita Air,’’ jelasnya.
‘’Karena situasi kondisi bencana Anak Krakatau, dari reschedule sampai dua kali dan hari ini (kemarin, red) yang ketiga, maka kami kensel. Jadi mau enggak mau kami alihkan penerbangan ke Batam. Dari Batam ke Surabaya, baru nanti Surabaya kami ke Jakarta,” tambahnya.
Dengan rute baru tersebut, Astrid kini harus kembali menyesuaikan jadwal perjalanan. Ia berharap penerbangan menuju Batam yang menjadi pintu awal perjalanan alternatifnya bisa segera diberangkatkan.
Meski harus menghadapi perubahan perjalanan hingga beberapa kali, Astrid mengaku pelayanan dari Pelita Air sejauh ini cukup baik. Ia justru mendapatkan informasi mengenai perubahan jadwal secara lebih jelas melalui layanan WhatsApp dibandingkan informasi yang diterimanya dari call center.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




