Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satu Warsa Teknologi CEOR di Lapangan Minas: Ikhtiar di Sumur Uzur

G
Penulis: Gema Setara❯
Analyst Laboratorium EOR Minas M Hatta Nasution saat menunjukkan bahan-bahan surfaktan yang digunakan dalam teknologi CEOR di Laboratorium EOR Minas, baru-baru ini.(Gema Setara/Riaupos.co)
Analyst Laboratorium EOR Minas M Hatta Nasution saat menunjukkan bahan-bahan surfaktan yang digunakan dalam teknologi CEOR di Laboratorium EOR Minas, baru-baru ini.(Gema Setara/Riaupos.co)

Advertisement

 Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Minas Area A setahun lalu mulai dicanangkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Ini proyek mercusuar yang digadang-gadang akan bisa meningkatkan produksi minyak mencapai 12 sampai 16  persen dari Original Oil in Place (OOIP). Proyek ini teramat penting bagi PHR, terutama karena semakin  uzurnya sumur-sumur minyak yang ada dan secara otomatis  produksi minyak turut serta menurun. Ini ikhtiar, kelak di sumur uzur itu ada harapan dan kedaulatan energi.

Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru

LAPANGAN minyak Minas di Kabupaten Siak, Riau telah berproduksi sejak 1952.  Lapangan  ini merupakan kategori lapangan mature namun masih memiliki potensi cadangan besar di bawah permukaan.  Lapangan ini merupakan salah satu aset paling penting dalam sejarah industri hulu migas Indonesia, yang selama puluhan tahun telah berkontribusi nyata terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.

Advertisement

Lapangan Minas, dikenal sebagai penghasil Sumatra Light Crude memiliki luas wilayah 204,37 Km persegi, dengan 1.243 sumur aktif dan rata-rata produksi harian 29 ribu barel minyak per hari (bph). Seluruh hasil produksi Zona Rokan dialirkan melalui jaringan pipa ke Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai, sebelum didistribusikan ke kilang Pertamina.

Jenis minyak yang ada di zona Rokan masing-masing minyak berat dari Lapangan Duri. Luas lapangan ini mencapai 67,28 Km persegi ditemukan pada Maret 1941 dan produksi pertama tercapai pada Februari 1954. Jumlah  sumur di lapangan ini sebanyak 10,724 dengan jumlah sumur aktif sebanyak 8.741 sumur. Sedangkan total produksinya mencapai 2,7 miliar barel dengan produksi puncak 296.000 barel per hari pada tahun 1995 dengan teknologi yang digunakan  injeksi uap (steamflood).

Advertisement

Kemudian, minyak ringan dari Lapangan Minas. Luas lapangan ini mencapai  204,37 Km persegi dan ditemukan pada Desember 1944 dan produksi pertama tercata pada April 1952. Jumlah sumur yang terdapat di lapangan ini mencapai  1.982 dengan jumlah sumur aktif sebanyak 1.243 sumur dengan  total produksi 4,8 miliar barel dengan produksi puncak 418.900 barel per hari (Mei 1973). Lapangan ini menggunakan teknologi injeksi air (waterflood)

Enhanced Oil Recocery adalah proses perolehan minyak yang tersisa di dalam reservoir yang tidak bisa diproduksikan secara primary dan secondary recovery dan kemungkinan jumlahnya masih sangat banyak. Sementara itu, metode Enhanced Oil Recocery dengan bahan kimia (alkali, surfaktan, polimer). Injeksi kimia pada pengursan minyak tahap lanjut dikenal juga dengan Chemical Enhanced Oil Recocery (CEOR) pada sumur-sumur mature di lapangan Minas guna meningkatkan produksi.

Secara global, teknologi CEOR telah diterapkan oleh perusahaan-perusahaan energi terkemuka dunia. Keberhasilan CEOR, khususnya pada lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang umur lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

CEOR dilaksanakan bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan teknis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara dalam melaksanakan Asta Cita dan kemandirian energi dalam mengejar target 1 juta barel di tahun 2030.

Kombinasi Tiga Bahan Kimia

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Dulu Beli Seragam Bekas Rp200 Ribu, Kini Dapat Gratis dari Wali Kota Pekanbaru

Dulu Beli Seragam Bekas Rp200 Ribu, Kini Dapat Gratis dari Wali Kota Pekanbaru

Falicia, siswi SMP Negeri 27 Pekanbaru salah satu murid yang menerima bantuan seragam sekolah gratis dari Wako Pekanbaru Agung Nugroho

Imbo Putui, Benteng Terakhir Ekosistem Hutan Tropis di Riau: Simpan Potensi Karbon 748 Ribu Ton

Imbo Putui, Benteng Terakhir Ekosistem Hutan Tropis di Riau: Simpan Potensi Karbon 748 Ribu Ton

Rimba Putus atau Imbo Putui menjadi b benteng terakhir akosistem hutan tTropis di Riau yang menyimpan potensi karbon 748 ribu ton.

Kesetaraan Penyandang Disabilitas: Meracik Mimpi, "And Beyond" Kemandirian Ekonomi

Kesetaraan Penyandang Disabilitas: Meracik Mimpi, "And Beyond" Kemandirian Ekonomi

Kesetaraan penyandang disabilitas menghadirkan energi di tengah kesunyian dengan meracik mimpi, and byond kemandirian ekonomi .

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer