Lomba Riau Bhayangkara Run 2024 sukses digelar, Ahad (14/7). Sebanyak 10 ribu peserta memadati lintasan lari di sepanjang Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. Selain jadi penggerak gaya hidup sehat, lomba lari ini juga berdampak terhadap pelaku UMKM.
Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru
Waktu menunjukkan pukul 05.00 WIB saat Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal beserta istri keluar dari kediaman, Ahad (14/7). Mengenakan jersey Riau Bhayangkara Run berwarna hijau mint, mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu bergegas menuju Jalan Sudirman, Pekanbaru, tepatnya di depan Kantor Gubernur Riau.
Dekat dari Tugu Zapin (tugu titik nol Kota Pekanbaru, red), sudah berdiri gapura berbahan tripleks dilapisi banner dengan tulisan start/finish. Dari gapura ini hingga dekat pustaka daerah, karpet merah membentang sebagai sambutan untuk para peserta. Sisi kiri kanan jalan, terdapat umbul-umbul yang turut membuat lokasi semakin meriah.
Di situlah 10 ribu peserta Riau Bhayangkara Run 2024 berkumpul dan bakal memulai lari mengitari Jalan Sudirman, Pekanbaru. Mereka berjejer dari peserta dengan jarak 21 K memakai jersey warna hijau daun, peserta 10 K dengan jersey biru tua, dan peserta 5 K dengan jersey berwarna hijau mint, mirip dengan yang dikenakan Kapolda Riau.
Di lokasi garis start, sudah menanti Penjabat (Pj) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, Ketua DPRD Riau Yulisman, Danrem 031/WB Brigjen TNI Dany Rakca Andalasawan serta beberapa perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya. Langit masih gelap ketika pembawa acara mulai menginformasikan peserta agar bersiap.
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal bersama Pj Gubri, dan perwakilan forkopimda mulai memegang bendera berwarna dasar putih dengan tulisan hitam Riau Bhayangkara Run 2024. Hitungan mundur dimulai dari angka 3 hingga 1. Bendera start tadi diangkat Kapolda Riau Irjen Iqbal secara bersamaan. Letupan kembang api dan riuhnya bunyi terompet menggema tanda lomba lari dimulai.
Peserta dengan jarak 21 K berpacu pada gelombang pertama. Jumlahnya hampir mencapai 500-an orang. Rutenya, dari garis start depan Kantor Gubernur Riau menuju Jembatan Siak IV di Jalan Sudirman ujung. Kemudian lanjut memutar di Jalan Sembilang Rumbai, kembali melewati Jembatan Siak IV arah ke Jalan Sudirman. Rute berlanjut ke arah Bandara SSK II. Di sana peserta berbalik menuju arah Kantor Gubernur Riau dan mencapai finish.
15 menit berlalu sejak peserta 21 K mulai berlari. Selanjutnya giliran peserta 10 K yang tampil di garis start. Ketika itu waktu menunjukkan pukul 05.45 WIB. Hanya beberapa menit, pembawa acara kemudian mulai menghitung mundur. Bendera start diangkat, peserta 10 K mulai berlari. Kapolda tampak masih berada di garis start tadi. Ia bahkan sempat melambaikan tangan kepada para peserta yang tampak antusias.
Tepat pada pukul 06.15 WIB, Kapolda dan para petinggi lainnya berpindah. Ia kemudian berdiri tepat di bawah garis start bersama hampir 6 ribu peserta kategori 5 K. Mantan Kapolda NTB ini juga turut andil mengikuti balapan bersama istri Nindya M Iqbal. Dengan penuh semangat, dirinya memulai lari kecil beberapa saat setelah pembawa acara hitung mundur.
Seketika Jalan Sudirman dipenuhi lautan manusia. Matahari mulai terbit. Cahaya langit menerangi Kota Pekanbaru. Peserta yang sudah separuh jalan, terlihat ngos-ngosan. Setengah jam berlalu. Rintik hujan mulai turun sedikit demi sedikit, namun tidak deras. Air dari langit ini kembali membuat semangat para peserta berkobar. Dalam durasi satu jam saja, peserta 21 K sudah ada yang sampai separuh jalan.
Di beberapa titik rute balapan, terdapat berbagai hiburan yang turut menyemangati peserta. Mulai dari tim cheering (sorak) yang terdiri dari pelajar di Kota Pekanbaru. Ada juga parade seni budaya. Seperti gendang, tarian Melayu, pemusik hingga barongsai. Masih pada rute lomba, peserta yang haus juga bisa mengambil air putih dan isotonik.
Hingga pukul 07.00 WIB, ribuan peserta masih terlihat berada di jalanan untuk menyelesaikan balapan. Termasuk Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal dan istri, Nindya M Iqbal yang mengambil rute 5 K. Berada di tengah ribuan peserta saat berlari, Irjen Iqbal bahkan menyempatkan diri untuk berfoto bersama masyarakat yang memintanya.
Pukul 08.30 WIB, hampir semua peserta sudah mencapai finish. Para peserta juga banyak yang mengekspresikan kebahagiaan ketika selesai lomba. Ada yang berfoto dengan berbagai pose. Ada yang saling berpelukan karena bangga telah menyelesaikan tantangan, bahkan ada yang bersujud syukur karena mampu finish sesuai waktu yang diharapkan. Dari garis finish, kegiatan berlanjut ke Halaman Kantor Gubernur Riau.
Peserta diperkenankan mengambil medali dan sejumlah refreshment berupa air mineral, isotonik, buah-buahan, dan snack. Tidak hanya itu, berbagai macam hiburan turut disajikan penyelenggara. Sembari menunggu pengumuman pemenang dan doorprize, ribuan peserta tampak wara-wiri mendatangi 40-an UMKM yang menjajakan berbagai macam produk. Mulai dari kuliner hingga produk kerajinan.
Salah seorang peserta Suci Alvionita mengatakan, Riau Bhayangkara Run 2024 memberikan pengalaman yang berbeda dari kebanyakan kegiatan olahraga lainnya. Apalagi, para peserta benar-benar dimanjakan dengan berbagai rangkaian acara yang beragam.”Tadi (kemarin, red) sempat mampir-mampir jajan di stan-stan UMKM. Sambil dengar Armada Band, juga menunggu pengumuman doorprize. Tapi sayang saya gak dapat doorprize,” sebutnya.
Salah seorang pelaku UMKM, Febri Hidayat berujar dirinya merasa ketiban rezeki ketika berjualan saat acara Riau Bhayangkara Run 2024. Bahkan dagangan kuliner yang dijajakan laku keras. Ia berharap lomba lari ini dapat digelar secara rutin. Karena di samping membantu mengenalkan UMKM, acara tersebut juga meningkatkan omzet penjualan.
“Yang pasti meningkatkan omzet penjualan. Kemudian UMKM seperti kami dapat dibantu promosinya. Dari yang sebelumnya mungkin tidak dikenal masyarakat, sekarang tiba-tiba didatangi ribuan masyarakat,” paparnya.
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal berujar, Riau Bhayangkara Run juga mempunyai efek domino bagi para pedagang yang ramai menjajaki makanan. Efek yang dirasakan bukan hanya olahraga, tapi sektor tranportasi, sektor UMKM, warung, restoran, dan jualan oleh-oleh meningkat. Ia bahkan sempat mengecek beberapa hotel.
“Tadi malam (Sabtu, red) saya juga dapat laporan dari pihak hotel, bahwa kamar-kamar penuh. Okupansi mencapai 95 persen. Ini sangat signifikan. Bahkan penyampaian dari Pak Pj Gubri, restoran, pusat kuliner, dan oleh-oleh itu banyak pesanan. Sehingga target kita menjadikan event ini sebagai sport tourism tercapai,” ungkap Irjen Iqbal.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Di mana, selama acara berlangsung berbagai hiburan turut ditampilkan guna menghibur peserta dan masyarakat yang menonton. Mulai dari pembagian berbagai macam doorprize berupa handphone, jam tangan pintar, sepeda listrik, sepeda motor listrik, dan satu unit mobil.(das)
Editor : RP Arif Oktafian