Waktu menunjukkan pukul 16.40 WIB di dinding ruangan penerimaan penitipan barang, sekaligus ruang X-Ray dan penggeledahan badan. Puluhan orang, seakan tidak putus-putus, terus berdatangan.
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
SEMENTARA di luar area parkir yang luas itu sudah penuh. Puluhan tamu, baik hanya yang menitipkan takjil, maupun yang ingin berbuka. Pada bagian dalam, belasan petugas, berkeringat, memeriksa satu persatu barang bawaan para tamu di pintu masuk Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Ada yang bertugas memasukkan ke mesin pemindai, ada yang membongkar bingkisan.
Lalu ada dua sampai tiga petugas dalam ruang tertutup tersendiri masih di ruang itu. Itu merupakan ruang penggeledahan badan.
Pemeriksaan, pemindaian dan penggeledahan ini merupakan prosedur wajib bagi semua tamu. Apalagi petang itu mereka, sebagain besar, langsung berada di area dalam lapas. Hari itu merupakan kegiatan berbuka bersama antara para napi dan keluarga. Yang ada orang tua, istri, adik dan datang sampai berenam hanya untuk berbuka bersama seorang keluarganya yang sedang menjalani masa hukuman.
Untuk mengakomodir kegiatan ini, lapas mendirikan tenda yang berada di halaman tengah lapas. Permadani dibentang hampir seisi halaman. Semua tamu dan juga napi yang diitemui, seragam duduk bersila.
Momen ini memang spesial. Bagi petugas lapas dan para sipir, dentingan jam dinding yang hadir hampir di setiap ruangan lapas sore itu terasa sangat lambat. Mereka bekerja ekstra, memastikan kegiatan ini berhasil.
Sementara bagi keluarga, si ayah dengan anaknya, ibu dan putranya, atau seorang anak dengan ayahnya, jam seperti cepat sekali berputar. Waktu mereka sangatlah singkat. Mereka hanya punya waktu sampai sebelum azan Isya dan momen buka bersama ini hanya bisa diulang tahun depan.
Terpampang spanduk raksasa di lokasi. Sebuah pesan dari Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto. Bunyinya, semoga bulan suci ini membawa kedamaian, keberkahan dan ampunan bagi semua.
Bagi Yuniarto, kegiatan berbuka bersama ini krusial. Tidak hanya bagi program pembinaan para napi, tapi juga krusial bagi kondisi keamanan sekaligus keberhasilan pelayanan di mata keluarga para napi.
“Ini bagian program pembinaan, kita berikan kesempatan untuk menikmati momen berbuka bersama keluarga. Kita sudah persiapkan semua agar kegiatan berjalan lancar, aman dan tujuan tercapai,” ujarnya.(gem)
Editor : Arif Oktafian