Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebanjiran Pesanan Tiap Jelang Idulfitri

Prapti Dwi Lestari • Rabu, 18 Maret 2026 | 11:50 WIB

BUAT SARANG KETUPAT: Seorang pengrajin membuat sarang ketupat dari daun kapau di Kampung Bandar Senapelan, Kota Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).
BUAT SARANG KETUPAT: Seorang pengrajin membuat sarang ketupat dari daun kapau di Kampung Bandar Senapelan, Kota Pekanbaru, Selasa (17/3/2026).

Aktivitas Perajin Sarang Ketupat Daun Kapau; Kebanjiran Pesanan Tiap Jelang Idulfitri
Sajian ketupat menjadi salah satu menu favorit saat merayakan Hari Raya Idulfitri. Di Kota Pekanbaru, ada sarang ketupat tidak dibuat dari daun kelapa. Tetapi dari daun kapau yang memberikan sensasi rasa berbeda.

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Senapelan

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, para perajin sarang ketupat di kawasan Senapelan sudah mulai meningkatkan aktivitas produksi. Anyaman sarang ketupat yang dibuat dari daun kapau kembali diburu masyarakat yang ingin menyiapkan hidangan khas Idulfitri, Selasa (17/3).

Sarang ketupat dari daun kapau merupakan salah satu kerajinan tradisional Melayu yang masih bertahan hingga kini. Bahan baku daun kapau berasal dari tanaman yang tumbuh di kawasan gambut dan dikenal memiliki serat kuat serta lentur, sehingga sangat cocok untuk dijadikan anyaman sarang ketupat.

Salah seorang perajin di kawasan Senapelan, Aminah, mengatakan permintaan sarang ketupat mulai meningkat beberapa pekan menjelang Lebaran. Kondisi tersebut membuat para perajin harus menambah jumlah produksi dibandingkan hari-hari biasa.

”Kalau mendekati Lebaran seperti sekarang, pesanan biasanya mulai ramai. Kami harus menyiapkan lebih banyak sarang ketupat supaya bisa memenuhi permintaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sarang ketupat yang telah dirangkai biasanya dijual sekitar Rp80 ribu untuk setiap 100 buah. Harga tersebut relatif stabil dari tahun ke tahun, meski terkadang dipengaruhi ketersediaan bahan baku daun kapau. 

Ia menjelaskan, proses pembuatan sarang ketupat dilakukan secara manual dengan teknik anyaman tradisional yang membutuhkan ketelatenan. Dalam sehari, seorang perajin rata-rata mampu membuat ratusan sarang ketupat, tergantung jumlah pesanan yang diterima.

Permintaan tidak hanya datang dari masyarakat Kota Pekanbaru. Sejumlah pedagang dan pembeli dari daerah pesisir Sungai Siak juga kerap memesan sarang ketupat dari para perajin di Senapelan.

”Banyak yang pesan dari luar Pekanbaru juga. Biasanya dari Perawang, Sungai Pakning, sampai Bengkalis. Mereka memang masih kuat mempertahankan tradisi memasak ketupat saat Lebaran,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan perajin lainnya, Dewi (45). Ia menuturkan kerajinan sarang ketupat daun kapau masih diminati masyarakat karena menjadi bagian dari tradisi perayaan Idulfitri.

”Ketupat itu sudah identik dengan Lebaran. Hampir setiap rumah memasak ketupat untuk disajikan bersama opor atau gulai. Jadi sarang ketupat ini selalu dicari setiap tahun,” katanya. 

Tradisi membuat dan menggunakan ketupat saat Idulfitri memang telah lama menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Melayu. Karena itu, kerajinan sarang ketupat dari daun kapau diperkirakan akan tetap diminati masyarakat dari tahun ke tahun, terutama menjelang perayaan Lebaran

Dewi berharap kerajinan tradisional tersebut tetap dilestarikan oleh generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Menurutnya, selain bernilai budaya, kerajinan sarang ketupat juga menjadi sumber penghasilan bagi sebagian masyarakat di kawasan Senapelan.***

Editor : Arif Oktafian
#ketupat #pesanan #daun #banjir