INFOTAINMENT

Ketika Sheila Dara Jadi Dara di Yang Hilang dalam Cinta

Hiburan | Selasa, 09 Agustus 2022 - 01:00 WIB

Ketika Sheila Dara Jadi Dara di Yang Hilang dalam Cinta
Meski harus memerankan karakter yang cerita hidupnya memprihatinkan, Sheila Dara berusaha tidak ikut terbebani. Dia bisa memisahkan peran dengan kenyataan. (ISTIMEWA)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sheila Dara Aisha kembali membuktikan bakat aktingnya di serial Yang Hilang dalam Cinta. Di serial bergenre drama fantasi yang tayang di Disney+ Hotstar itu, Sheila berperan sebagai Dara. Dia terjebak dalam toxic relationship dan akhirnya menghilang akibat sebuah kejadian.

Persiapan pernikahan Dara dengan Rendra (Reza Rahadian) berantakan karena Dara menghilang. Dia lenyap dari pandangan banyak orang dan tidak bisa menyentuh apa pun atau siapa pun, terkecuali Satria (Dion Wiyoko). Kepada Jawa Pos, Sheila bercerita mengenai karakternya hingga antisipasi yang akan dilakukannya jika terjebak dalam toxic relationship.


Di mata Sheila, definisi toxic relationship itu bagaimana?

 

Menurutku, ciri-cirinya sangat luas sekali, ya. Tapi, buat aku pribadi, hubungan toksik itu muncul saat ada rasa ketidaknyamanan dan tidak baik lagi untuk kesehatan diri sendiri.

 


Walau hubungannya toksik menjelang menikah, Rendra dan Dara tidak mau mundur. Kalau hal itu dialami Sheila, apa yang bakal dilakukan?

Dari awal mungkin nggak akan sampai tunangan, ya. Hehehe.

 

Ada nggak sih persamaan kepribadian antara Sheila dan Dara?

Mungkin salah satunya adalah lebih banyak memendam perasaan untuk menghindari konflik. Padahal, memang sudah seharusnya disampaikan, tapi tidak.

 

Proses syuting memakan waktu 53 hari. Apa peran Dara sempat terbawa?

Nggak. Aku selalu bisa memahami bahwa yang terjadi di dalam serial belum tentu terjadi kepada aku. Jadi, ketika selesai syuting, tidak ada yang aku bawa ke rumah. Walaupun, syuting cukup lama dan cerita hidup Dara cukup complicated. Untungnya, nggak ada impact yang gimana-gimana ke hidup aku.

 

Gimana cara Sheila menjiwai tokoh Dara?

Aku lebih memilih untuk banyak berdiskusi dengan Yandy Laurens dan Kak Mita (Suryana Paramita, red) sebagai sutradara dan penulis. Aku juga track back kehidupan masa kecil Dara seperti apa. Lalu, pengalaman-pengalaman apa yang mungkin pernah dilewati dan dirasakan. Jadi, data-data itu yang membantu aku untuk lebih memahami kenapa dia bisa mengambil keputusan atau mengatakan sesuatu.

 

Apa kesulitan yang Sheila hadapi ketika menjadi Dara?

Pastinya karena aku dan Dara adalah dua pribadi yang berbeda. Jadi, dalam proses memahaminya memang agak ada hambatan. Karena kadang tuh aku merasa Sheila Dara tuh kayaknya nggak gini deh. Dan, akhirnya aku harus mengingat kembali bahwa ini kan Dara, bukan Sheila.

 

Apa hal penting yang Sheila dapat dari serial ini dan bisa didapat penonton?

 

Isu yang kami bawa di serial ini sebetulnya masih bisa dibicarakan. Kalau kita punya teman yang berasa di situasi seperti Dara, bisa langsung di-notice. Mungkin dia sebetulnya sedang mengalami hubungan yang tidak sehat dan membutuhkan bantuan.

 

Memainkan tokoh yang tak terlihat dan tak bisa menyentuh apa pun sulit nggak?

Jujur malah lebih sulit berinteraksi dengan barang-barang. Mungkin kalau sama orang akan lebih mudah. Tapi kan, ada beberapa scene yang aku harus nyentuh barang-barang dan aku nggak bisa memberikan impact apa-apa ke barang itu. Misalnya, pegang gagang pintu, tapi nggak ketekuk. Nah, itu sulit sekali. Aku harus terlihat memberikan effort yang maksimal, tapi gagang pintunya tetap diam.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 







BEASISWA BENGKALIS 2022




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com