KONFLIK INTERNAL KPK

Dugaan Pelanggaran TWK, Komnas HAM Minta Keterangan Ahli 

Hukum | Rabu, 14 Juli 2021 - 07:09 WIB

Dugaan Pelanggaran TWK, Komnas HAM Minta Keterangan Ahli 
ILUSTRASI. (DOK JPNN)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komnas HAM masih mendalami laporan dugaan pelanggaran HAM terkait pelaksanaan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada Selasa (13/7/2021), Komnas HAM mengagendakan permintaan keterangan dari ahli. 

"Hari ini kami rencanakan permintaan keterangan ahli," ujar Komisioner Bidang Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM, Choirul Anam, di Jakarta, Selasa (13/7). 


Anam tidak menginformasikan ahli yang hendak dimintai keterangan tersebut. Komnas HAM, tutur Anam, mempunyai target menyelesaikan laporan terkait TWK pada bulan ini untuk kemudian bisa mengumumkan hasilnya kepada publik.    

"Insya Allah tetap bulan ini," kata dia. 

Dalam proses penanganan aduan, Komnas HAM sudah memintai keterangan banyak pihak di sejumlah instansi. Di antaranya pegawai KPK tak lolos TWK, pimpinan KPK, serta pihak dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS-TNI), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). 

Dari proses permintaan klarifikasi itu, Komnas HAM menemukan perbedaan suara yang disampaikan oleh pimpinan KPK dan Kepala BKN. Hal itu terkait dengan substansi TWK yang berdampak signifikan terhadap kegagalan 75 pegawai dalam tes tersebut. 

Bank BJB

Demikian disampaikan Anam saat menjelaskan proses klarifikasi terhadap Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, terkait dengan pemilihan TWK dalam rangka alih status pegawai KPK menjadi ASN. 

"Ada yang soal substansial yang ini memengaruhi secara besar kenapa kok ada hasil 75 (pegawai KPK tak lolos, red) dan hasil seribu dua ratus sekian (1.271 yang lolos TWK, red), secara substansial itu ada dan secara teknis juga ada. Jadi, enggak bisa kami sebutkan," ujar Anam di Kantornya, Jakarta, Kamis 17 Juni 2021 lalu.

Adapun pekerjaan yang dilakukan oleh Komnas HAM ini menindaklanjuti aduan yang dilayangkan oleh 75 pegawai KPK perihal dugaan pelanggaran HAM dalam pelaksanaan TWK. 

Dalam laporannya, tim kuasa hukum 75 pegawai KPK, Asfinawati, sedikitnya mencatat lima pelanggaran HAM dalam tes tersebut. Beberapa di antaranya seperti perlakuan tidak adil dalam hubungan kerja, pelanggaran serikat berkumpul, hingga diskriminasi terhadap perempuan. 

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun



Pemkab Rokan Hulu





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook





TERBARU

  • Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN Unri di Desa Api-Api

    Kegiatan Pengabdian Mahasiswa KKN Unri di Desa Api-Api

    Jumat, 17 September 2021
  • LG Resmikan Air Conditioning Academy
    TINGKATKAN KOMPETENSI TENAGA SISTEM AC

    LG Resmikan Air Conditioning Academy

    Jumat, 17 September 2021
  • Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha
    MOTOGP

    Dovizioso ke Petronas, Morbidelli ke Pabrikan Yamaha

    Jumat, 17 September 2021
  • "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022
    DRAMA KOREA

    "Doctor Romantic 3" Mulai Syuting Tahun 2022

    Jumat, 17 September 2021
  • Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak
    PEMBUNUHAN SADIS

    Sakit Hati ke Orangtuanya, Bayi 7 Bulan Dibunuh Pakai Kapak

    Jumat, 17 September 2021
  • Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi
    PELANTIKAN PEJABAT

    Pemkab Meranti Kembali Lantik Pejabat Eselon III dan IV Jumat Pagi

    Jumat, 17 September 2021
  • EPAPER RIAU POS  2021-09-17.jpg

  • KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut
    HARI PERHUBUNGAN

    KSOP Selatpanjang Bersih-Bersih Turun ke Laut

    Kamis, 16 September 2021
  • Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan
    SELEBRITAS

    Keluh Kesah Nafa Urbach soal Pinjol Ilegal: Bisa Membunuh Pelan-Pelan

    Kamis, 16 September 2021
  • Marc Marquez Harus Ubah Riding Style
    MOTOGP

    Marc Marquez Harus Ubah Riding Style

    Kamis, 16 September 2021
  • Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk
    JIKA ADA KESEPAKATAN SELAMA PROSES MEDIASI

    Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi Bragi Bakal Rujuk

    Kamis, 16 September 2021


Froozen Food - FOX Hotel Pekanbaru




riau pos PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com