Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalani Perawatan 19 Hari, Buaya Raksasa di Inhil Mati

R
Penulis: Redaksi❯
Buaya berukuran besar jadi tontonan warga saat menjalani perawatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indragiri Hilir. Buaya yang ditangkap warga di Sungai Undan, Kecamatan Reteh pada 31 Oktober 2025 ini dinyatakan mati, Kamis (20/11/2025).
Buaya berukuran besar jadi tontonan warga saat menjalani perawatan di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indragiri Hilir. Buaya yang ditangkap warga di Sungai Undan, Kecamatan Reteh pada 31 Oktober 2025 ini dinyatakan mati, Kamis (20/11/2025).

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Buaya se­panjang 6 meter lebih yang ditangkap masyarakat di Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir pada 31 Oktober 2025 lalu akhirnya mati, Kamis (20/11).


Advertisement

Buaya yang diberi nama Si Undan ini sempat menjalani perawatan medis di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BPKP) Inhil selama 19 hari karena diduga mengalami infeksi setelah terluka saat ditangkap warga.

Kematian si Undan ini dibenarkan Kepala DPKP Inhil, Junaidi Ismail saat dikonfirmasi. “Berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan dengan dukungan sejumlah pihak, namun kondisi si Undan terus mengalami penurunan hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan lagi,” katanya, kemarin.

Junaidi menambahkan, pihaknya juga telah melakukan observasi bebeberapa jam sebelum hewan predator dengan nama latin crocodylus porosus itu dinyatakan mati.

Advertisement

“Upaya penyelamatan telah dilakukan, mulai dari pengawasan kesehatan, pemberian nutrisi, hingga penanganan medis yang memungkinkan. Namun kondisi semakin menurun,” ucapnya.

Saat ini DPKP Inhil telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta pihak lainnya terkait penanganan Si Undan selanjutnya.

“Kami masih menunggu keputusan terhadap penanganan lanjutan. Ada dua opsi, yakni dikubur atau diprepasi dan pengawetan untuk penelitian. Namun tunggu masukan dan arahan dari lembaga yang memiliki kewenangan dalam konservasi satwa dan kelautan,” tuturnya.

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan seekor buaya berukuran besar masuk ke parit hingga ke permukiman warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh.

Beruntung ada salah satu warga tempatan yang mengetahui keberadaan hewan predator tersebut. Sehingga warga desa secara kompak menangkap buaya sepanjang 6 meter lebih itu menggunakan tali. Setelah berhasil ditangkap, warga desa menyerahkan buaya tersebut ke BBKSDA Riau dan dititipkan di DPKP Inhil untuk perawatan medis.(*2)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Remaja 16 Tahun Diserang Buaya Saat Mandi di Sungai Raja Bejamu Rohil

Remaja 16 Tahun Diserang Buaya Saat Mandi di Sungai Raja Bejamu Rohil

Seorang remaja berusia 16 tahun, Karman menjadi korban serangan buaya saat mandi di Sungai Parit Tengah, Kepenghuluan Raja Bejamu, Rohil

Ditinggal Mati Pemilik, Buaya Peliharaan tanpa Izin Akan Dilepasliarkan PSDKP Meranti

Ditinggal Mati Pemilik, Buaya Peliharaan tanpa Izin Akan Dilepasliarkan PSDKP Meranti

Ditinggal Mati Pemilik, Buaya Peliharaan tanpa Izin akan Dilepasliarkan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Meranti.

Suami di Inhil Nekat Lawan Buaya Demi Selamatkan Istri yang Diterkam Saat Mandi

Suami di Inhil Nekat Lawan Buaya Demi Selamatkan Istri yang Diterkam Saat Mandi

Bujang, warga Desa Soren, Kecamatan Gaung Inhil mempertaruhkan nyawanya melawan seekor buaya yang menerkam istrinya saat sedang mandi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer