TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Hari pertama masuk sekolah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diwarnai dengan penekanan pada peningkatan kualitas pembelajaran, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan sistem penilaian siswa.
Sekolah-sekolah diingatkan untuk mengoptimalkan penggunaan bantuan Smart TV yang telah disalurkan pemerintah. Perangkat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi benar-benar digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar berbasis digital.
Selain itu, perhatian juga tertuju pada objektivitas penilaian hasil belajar siswa. Pihak sekolah diminta menjaga keselarasan antara nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan nilai rapor yang diberikan guru.
Perbedaan nilai yang terlalu mencolok dinilai dapat memunculkan keraguan terhadap proses evaluasi di sekolah. Karena itu, guru diingatkan agar tidak memberikan "nilai kasihan" dan tetap berpedoman pada kemampuan riil siswa.
Di sisi lain, suasana belajar juga harus tetap dijaga agar kondusif dan menyenangkan. Pelaksanaan TKA tidak diharapkan menjadi beban bagi siswa, melainkan sebagai sarana evaluasi untuk melihat perkembangan kemampuan mereka.
Sementara itu, di lapangan, sejumlah sekolah mulai menerapkan penggunaan Smart TV secara bertahap. Keterbatasan jumlah unit membuat pemanfaatannya dilakukan secara bergilir melalui sistem penjadwalan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Abdul Rasyid, yang meninjau langsung hari pertama sekolah, menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh fasilitas yang telah diberikan pemerintah.
"Saya minta Smart TV dimanfaatkan secara maksimal dan tidak hanya menjadi pajangan. Ini bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sekolah," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam penilaian hasil belajar siswa agar benar-benar mencerminkan kemampuan yang dimiliki.
Sementara, Plt Kepala SMPN 1 Tembilahan Hulu, Sarmalis, mengatakan penggunaan perangkat tersebut cukup membantu proses pembelajaran di kelas.
"Saat ini penggunaannya masih bergilir karena unit terbatas. Namun sangat membantu, pembelajaran jadi lebih mudah dan praktis,"ujarnya.
Ia berharap ke depan seluruh ruang kelas dapat dilengkapi fasilitas serupa agar proses belajar semakin maksimal. (*2)
Editor : M. Erizal