Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Meningkat, DBD di Inhu Capai 51 Kasus

R
Penulis: Raja Kasmedi❯
Ilustrasi DBD. (JPG)
Ilustrasi DBD. (JPG)

Advertisement

 
RENGAT (RIAUPOS.CO) - Dinas Ke­sehatan (Diskes) Kabupa­ten Indragiri Hulu (Inhu) mengimbau warga daerah itu untuk waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD). Warga juga diminta waspada terhadap penula­ran dan jangan lalai hingga terlambat dalam penanganan. 

Kasus DBD di Kabupaten Inhu sepanjang 2026 meningkat dibandingkan tahun 2025 lalu. ”DBD juga dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Plt Kepala Diskes Kabupaten Inhu, Yuniarni SST MSi, Kamis (23/4).

Dijelaskannya, data kasus DBD Januari hingga Maret 2025 tercatat  sebanyak 25 orang. Sedangkan pada bulan Januari hingga Maret 2026, kasus DBD di Kabupaten Inhu sudah mencapai sebanyak 51 orang.

Peningkatan kasus itu tentunya menjadi perhatian semua pihak termasuk warga itu sendiri. Penyakit DBD itu diawali oleh virus dengue atau nyamuk Aedes aegypti. Dimana, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dari genangan air.

”Agar tidak terjadi genangan air, perlu menjaga kebersihan lingkungan dengan terus menggalakkan gera­kan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menampung air,” tambahnya.

Advertisement

Atas peningkatan kasus itu, pihaknya juga sudah menentukan langkah-langkah. Bahkan, langkah-langkah itu sudah dilakukan Diskes dan melalui Puskesmas. Diantaranya, membuat surat pemberitahuan kewaspadaan terhadap DBD.

Kemudian, melakukan promosi kesehatan tentang waspada DBD dan melakukan advokasi dengan pejabat desa dan kecamatan untuk mela­kukan gotong royong secara rutin. Selain itu, melakukan penyelidikan epidemiologi apa bila di temukan kasus DBD. 

”Biasanya penyelidikan epidemiologi dilakukan berdasarkan laporan dari masya­rakat ataupun layanan kesehatan lainnya,” katanya.

Tidak itu saja, pihaknya juga telah melakukan penatalaksaan penanganan kasus DBD seperti, fogging, pemberian bubuk abate, pemantauan jentik, pemberdayaan masyarakat untuk menghidupkan kembali gotong royong dan buang sampah pada tempatnya. ”Mari sama-sama kita jaga lingkungan yang bersih tanpa ada ruang berkembang biak nyamuk,” ajak Yuniarni.(kas)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Enam Bulan, DBD di Kuansing Capai 251 Kasus

Enam Bulan, DBD di Kuansing Capai 251 Kasus

Kasus DBD di Kuansing capai 251 kasus dalam enam bulan. Dinkes mengimbau warga rutin menerapkan 3M untuk mencegah penyebaran.

Dalam Enam Bulan, Kasus DBD di Kuansing Tembus 251 Kasus, Paling Tinggi Terjadi di Mei 100 Kasus

Dalam Enam Bulan, Kasus DBD di Kuansing Tembus 251 Kasus, Paling Tinggi Terjadi di Mei 100 Kasus

Dari data Dinkes Kuansing, dalam enam bulan terakhir terjadi 251 kasus DBD. Puncaknya terjadi pada bulan Mei 2026 dengan 100 kasus DBD

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer