Selama 14 hari, Kepolisian Gelar Operasi Zebra

Indragiri Hulu | Selasa, 27 Oktober 2020 - 09:21 WIB

Selama 14 hari, Kepolisian Gelar Operasi Zebra
Sesuai telegram Kapolda Riau pelaksanaan Operasi Zebra dimulai sejak Senin (26/10/2020) hingga Ahad (8/11/2020) atau selama 14 hari. Dalam pelaksanaannya, Polres Inhu akan mengerahkan sebanyak 57 personel gabungan terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Reskrim, Humas, Sabhara dan Propam.(dok pol)

BAGIKAN


BACA JUGA

loading...

RENGAT (RIAUPOS.CO) -- Kepolisian Resor (Resor) Indragiri Hulu (Inhu) selama 14 hari kedelapan gelar operasi Zebra. Dimana, operasi Zebra Lancang Kuning 2020 dengan target pelanggaran aturan lalu lintas dan pengendara yang tidak mematuhi Protokoler Kesehatan (Protkes) Covid-19.

Demikian disampaikan Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIk tentang pelaksanaan operasi Zebra tahun 2020. "Operasi Zebra tersebut sesuai telegram Kapolda Riau tentang dimulainya operasi Zebra Lancang Kuning 2020 dengan nomor STR/627/X/OPS.1.3./2020 tertanggal 23 Oktober 2020," ujar Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIk, Senin (26/10).


Pelaksanaan operasi Zebra tersebut dimulai sejak Senin (26/10) hingga Ahad (8/11) atau selama 14 hari. Dalam pelaksanaannya, Polres Inhu akan mengerahkan sebanyak 57 personel gabungan terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Reskrim, Humas, Sabhara dan Propam.

Target operasi adalah, pengemudi atau pengendara kendaraan bermotor yang melawan arus lalu lintas, pengemudi atau pengendara yang melanggar garis marka jalan, rambu-rambu lalu lintas. Kemudian pengemudi yang tidak memakai sabuk keselamatan atau safety bell, pengendara sepeda motor yang membonceng lebih dari satu orang.

Diskes Rohul Lawan Covid-19

Selanjutnya, pengemudi atau pengendara dibawah umur, pengendara yang tidak memakai helm standar SNII, pengemudi atau pengendara melebihi kecepatan yang ditentukan dan pengemudi. "Pada operasi Zebra kali ini juga menarget untuk pengendara yang tidak mematuhi protokoler kesehatan yang telah ditentukan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19," ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Kapolres, target operasi juga mengarah pada kendaraan angkutan barang yang melebihi muatan atau overload, kelengkapan surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM. Tidak itu saja, kendaraan yang memakai atau memasang lampu isyarat lalu lintas, seperti rotator, lampu butz serta sirene pada kendaraan yang tidak miliki izin.

Lebih jauh disampaikan Kapolres, titik atau lokasi operasi akan dilaksanakan pada jalan umum, kawasan atau jalan rawan terhadap pelanggaran arus lalu lintas, rawan kecelakaan kecelakaan lalu lintas, rawan macet, lingkungan sekolah dan lainnya. "Kendaraan bak terbuka yang membawa orang, kendaraan yang tidak laik jalan dan kendaraan derek liar tanpa izin juga menjadi target," terangnya.(kas)








youtube riaupos


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU





EPAPER RIAU POS  2020-11-26.jpg

loading...
PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3rd floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com