RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) melalui Polsek Batang Gansal, berhasil mengamankan pelaku penganiayaan berat berisial SDR alias Sudir (46).
Pelaku yang merupakan warga Desa Sungai Akar Kecamatan Batang Gansal itu diduga telah melakukan penganiayaan dengan cara membacok rekannya Syukurianto alias Syukur (28).
"Pelaku membacok rekannya menggunakan parang dan mengenai bagian wajah korban," ujar Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSI melalui Kasi Humas, Aiptu Misran SH, Jumat (26/12/2025).
Dijelaskannya, kejadian berdarah itu terjadi di RT 006 RW 004 Dusun Balam Jaya, Desa Sungai Akar, Kecamatan Batang Gansal pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek serius di bagian wajah dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Dimana, kejadian itu bermula saat korban bersama beberapa rekannya sedang bermain domino di sebuah warung milik warga setempat. Kemudian pelaku datang ke lokasi sambil membawa sebilah parang panjang dengan nada emosi.
Pelaku menuduh salah seorang di lokasi itu, telah melaporkan permasalahan rumah tangganya kepada orang lain. Tak lama berselang, pelaku kemudian mengalihkan amarahnya kepada korban.
Tanpa banyak bicara, pelaku langsung mengayunkan parang dan membacok wajah korban hingga mengalami luka berat. "Melihat kejadian tersebut, warga sekitar segera memberikan pertolongan dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Batang Gansal," katanya.
Mendapat laporan masyarakat, Kapolsek Batang Gansal, Iptu Agus Ferinaldi S.Sos MH bersama personel langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam waktu singkat, pelaku berhasil diamankan di lokasi berikut barang bukti berupa satu bilah parang dan satu helai kaos hitam bertuliskan Imam Husein yang berlumuran darah.
Sementara korban telah dirujuk ke RSUD Indrasari Pematang Reba untuk mendapatkan perawatan lanjutan. "Pelaku langsung kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini pelaku telah ditahan di Polsek Batang Gansal guna proses penyidikan lebih lanjut,” tambah Kasi Humas.
Lebih jauh disampaikannya, belum diketahui secara pasti motif penganiayaan yang dilakukan pelaku. Karena hingga Jumat pagi masih pengaruh obat berupa pil anjing (kurtak). "Pelaku sering ngelem dan makan pil dekstro," terangnya. (kas)
Editor : M. Erizal